Skripsi
Analisis debit andalan sungai petung untuk kebutuhan air baku di wilayah Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan / Ahmad Azam Abdullah
Abstrak
Kecamatan Pasrepan setiap tahun menghadapi masalah kekeringan yang menyebabkan pemenuhan kebutuhan air baku di wilayah tersebut tidak optimal. Kekeringan tahunan ini berdampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Pemenuhan kebutuhan air baku dapat diperoleh melalui sumber daya air yang terdapat pada air tanah dan permukaan. Terdapat beberapa sumber daya air di Kecamatan Pasrepan yang belum dimanfaatkan secara maksimal salah satunya adalah Sungai Petung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kebutuhan air baku di Kecamatan Pasrepan mengetahui debit andalan yang dihasilkan Sungai Petung dan mengetahui evaluasi ketersediaan air untuk kebutuhan air baku di Kecamatan pasrepan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode F.J. Mock Perhitungan menggunakan metode F.J. Mock membutuhkan data berupa curah hujan daerah dan evapotranspirasi potensial. metode aritmatika digunakan untuk menentukan curah hujan daerah dan metode penman modifikasi digunakan untuk menentukan nilai evapotranspirasi. Kebutuhan air baku ditentukan sesuai dengan proyeksi jumlah penduduk dan konsumsi air rata-rata pada fasilitas umum yang tersedia. Proyeksi jumlah penduduk dilakukan menggunakan metode aritmatika yang dipilih berdasarkan standar deviasi dan koefisien korelasi. Setelah didapatkan nilai kebutuhan air barulah dapat dilakukan analisis ketersediaan air. Analisis ketersediaan air didapat dengan membandingkan antara kebutuhan air total di wilayah studi dan potensi debit andalan dari Sungai Petung. Hasil kebutuhan air total yang didapatkan untuk Kecamatan Pasrepan pada tahun 2033 adalah sebesar 0 6014 m3/detik. Hasil analisis dari ketersediaan air menggunakan metode F.J. Mock didapatkan nilai debit andalan (90%) sebesar 0 762 m3/detik. Sedangkan untuk debit andalan maksimum yaitu sebesar 5 263 m3/detik dan nilai minimum sebesar 0 374 m3/detik. Sungai petung mampu mencukupi kebutuhan air baku kecuali pada Bulan Oktober hingga 2033 karena terjadi defisit.