Skripsi
Penciptaan karya busana ready to wear “abirama” dengan inspirasi tari janger bali / Afif Saffanah Maulidia
Abstrak
Busana ldquo Abirama rdquo merupakan busana ready to wear dengan sumber inspirasi Tari Janger khas dari Provinsi Bali. Pemilihan Tari Janger sebagai sumber inspirasi didasarkan isu bahwa globalisasi menyebabkan lunturnya nilai kebudayaan anak muda dalam kehidupan sehari-hari. Pemilihan inspirasi Tari Janger diharapkan dapat meningkatkan aspek budaya Indonesia dalam dunia fashion modern agar dapat dikenal secara luas serta anak muda dapat menggunakan produk yang memiliki nilai budaya dalam keseharian. Makna bentuk dan properti Tari Janger diimplementasikan dalam penerapan busana ini melalui potongan busana yang sederhana pemilihan warna dan bahan creative fabric dan aksesoris busana. Busana ini juga menggunakan teknik digital printing sebagai hiasan yang diletakkan pada outer busana. Dalam penciptaan busana ready to wear ldquo Abirama rdquo juga mengangkat kain Endek khas Bali dengan motif flora yang menggambarkan keanggunan para penari Janger. Tujuan dari penciptaan ini adalah 1) Menjelaskan konsep penciptaan karya busana ready to wear ldquo Abirama rdquo dengan inspirasi Tari Janger Bali 2) Mewujudkan karya busana ready to wear ldquo Abirama rdquo dengan inspirasi Tari Janger Bali 3) Menyajikan hasil akhir penciptaan karya busana ready to wear ldquo Abirama rdquo dengan inspirasi Tari Janger Bali. Penciptaan busana ready to wear ldquo Abirama rdquo menggunakan metode Practice-led Research dengan jenis pre-factum. Metode ini memiliki empat tahapan yaitu pra-prancangan perancangan perwujudan dan penyajian karya. Dalam tahap pra-perancangan yang dilakukan adalah mengetahui isu permasalahan yang terdapat di lapangan melalui eksplorasi sehingga diperoleh sumber ide tema dan judul. Kegiatan eksplorasi yang dilakukan berupa pembuatan mind mapping moodboard dan storyboard. Tahap selanjutnya yaitu perancangan berupa proses merancang busana ldquo Abirama rdquo sebanyak 5 desain dan dipilih sebanyak 2 desain oleh kurator untuk diwujudkan serta pada tahap ini terdapat desain busana desain produksi 1 dan 2. Kemudian tahap yang dilakukan yaitu perwujudan berupa mengambil ukuran badan model pembuatan pola busana merancang harga bahan busana dan menjahit. Setelah busana diwujudkan produk busana ldquo Abirama rdquo dilakukan evaluasi guna mendapatkan saran dan masukan dari kurator. Pada tahap terakhir yang dilakukan adalah penyajian karya berupa publikasi karya ilmiah artikel HKI dan disajikan dalam acara pameran dan gelar cipta busana yaitu Grand Show Tata Busana UM 2023 dan Harris Playtopia 2023. Tujuan dilaksanakannya tahap penyajian karya yaitu guna mendapatkan apresiasi bahwa karya tersebut telah dibuat sesuai dengan target dan tujuan penciptaan. Hasil dari penciptaan ini adalah busana ready to wear dengan judul ldquo Abirama rdquo yang terdiri dari dua look busana yang masing-masing terdiri dari tunik outer dan celana kulot. Pada busana ini menggunakan teknik digital printing sebagai hiasan yang diletakkan pada outer busana. Bahan yang digunakan adalah kain linen kain katun toyobo dan kain Endek dengan motif flora serta creative fabric tassel dengan bahan benang sulam diterapkan pada tunik. Aksesoris pada busana ldquo Abirama rdquo berupa obi belt kalung tas dan topi. Berdasarkan hasil penciptaan ini terdapat saran bagi mahasiswa tata busana dapat digunakan sebagai referensi bila ingin menciptakan busana yang memadukan unsur tradisional dalam busana modern. Bagi lembaga dapat menjadi referensi pada mata kuliah yang relevan. Bagi masyarakat diharapkan dapat menjadi sarana untuk melestarikan kebudayaan Tari Janger melalui busana. Bagi penciptaan karya sejenis selanjutnya penciptaan ini dapat disempurnakan dengan mempertajam eksplorasi tema ide dan konsep serta pemilihan teknik yang lebih praktis dalam proses produksi.