Tesis
Problematika pembelajaran berpikir kritis teks eksposisi di MTSN 6 Malang / Rahmi Yulianti
Abstrak
Berpikir kritis tidak sekadar berkaitan dengan proses mengumpulkan informasi. Berpikir kritis merupakan keterampilan penting yang diperlukan untuk memahami menganalisis dan mengevaluasi informasi secara objektif. Sebagai salah satu keterampilan abad ke-21 yang harus dikuasai peserta didik keterampilan berpikir kritis diajarkan dalam kelas termasuk pada pelajaran bahasa Indonesia. Dalam keterampilan membaca (teks eksposisi) peserta didik dilatih menerapkan kemampuan membedakan fakta dari berbagai sudut pandang memahami makna tersurat maupun tersirat mengidentifikasi rincian informasi menganalisis dan membuat penilaian serta memutuskan penggunaan terkait apa yang telah mereka dapat dari bacaannya. Namun dalam praktiknya pembelajaran keterampilan berpikir kritis melalui teks eksposisi sering kali menghadapi problematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika pembelajaran berpikir kritis dalam teks eksposisi di MTsN 6 Malang. Dalam aktivitas belajar mengajar di kelas guru tidak terlepas dari kegiatan merencanakan melaksanakan dan menilai (asesmen) pembelajaran. Oleh karena itulah terdapat tiga fokus dalam penelitian ini (1) problematika dalam perencanaan pelaksanaan pembelajaran berpikir kritis teks eksposisi di MTsN 6 Malang (2) Problematika dalam proses pelaksanaan pembelajaran berpikir kritis teks eksposisi di MTsN 6 Kabupaten Malang dan (3) Problematika dalam pengembangan perangkat asesmen berpikir kritis teks eksposisi di MTsN 6 Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan dokumen tertulis berupa rencana pelaksanaan pembelajaran dan dokumen asesmen pembelajaran serta peristiwa pembelajaran yang menunjukkan perilaku atau proses berpikir kritis dari verbal-lisan yang ditranskripsikan menjadi data verbal-tulis. Hasil wawancara kepada guru bahasa Indonesia sebagai sumber data juga digunakan untuk melengkapi data penelitian. Data dianalisis menggunakan instrumen yang dikembangkan peneliti berdasarkan kata kerja operasional pada tingkat berpikir menganalisis mengevaluasi dan mencipta. Data fokus penelitian pertama dan ketiga diperoleh dari hasil analisis terhadap dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada aspek tujuan indikator materi langkah pembelajaran dan asesmen/penilaian. Data kedua diperoleh dari observasi terhadap pembelajaran di kelas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat problematika dalam perencanaan pelaksanaan pembelajaran. Utamanya dalam perumusan tujuan dan perencanaan materi. Dalam aspek tujuan ditemukan keterbatasan guru dalam merumuskan tujuan yang spesifik dan mencerminkan kemampuan berpikir kritis. Problematika berikutnya dalam aspek perencanaan materi. Data menunjukkan bahwa pembelajaran dalam pemahaman struktur dan isi teks eksposisi lebih menekannkan pada pemahaman. Belum ada materi yang membahas secara spesifik tentang analisis dan tatacara merumuskan tesis argumentasi dan pnegasan ulang yang bersifat kritis dari pengalaman analisis teks. Pada aspek perencanaan kegiatan pembelajaran dan perencanaan evaluasi guru telah menunjukkan kemampuan merencanakan dengan cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan guru telah merencanakan kegiatan pembelajaran yang terstrukur mengembangkan pengalaman belajar yang variatif serta mendalam dan mendorong aktivitas berpikir kritis. kegiatan diskusi kelompok presentasi dan penarikan kesimpulan bersama merupakan upaya memberi kesempatan pada peserta didik berlatih berpikir kritis. Dalam perencanaan asesmen guru telah menjabarkan pada butir asesmen dalam LKPD. Perangkat yang disusun mengukur kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan. Pelaksanaan pembelajaran teks eksposisi secara umum telah mencerminkan keterampilan berpikir kritis. Namun ada hal yang membutuhkan penguatan diantaranya membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik agar mereka dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran berpikir kritis. Problematika berikutnya stimulasi yang diberikan oleh guru terbatas pada penggunaan buku peserta didik LKPD dan teks dari koran. Guru perlu aktif membimbing dan memfasilitasi proses identifikasi masalah dan pengumpulan data agar siswa dapat mengidentifikasi masalah dengan benar dan mengumpulkan data yang relevan. Bagian refleksi yang seharusnya merupakan bagian penting untuk memperkuat pemahaman siswa tidak terlaksana dalam pembelajaran. Berdasarkan temuan penelitian tersebut guru disarankan untuk melakukan peningkatan kualitas RPP dengan merumuskan tujuan yang lebih spesifik yang mencerminkan kemampuan berpikir kritis. Penggunaan media dan metode pembelajaran yang lebih variatif sangat diperlukan untuk membuat kegiatan belajar lebih menarik dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Guru juga disarankan melakukan optimalisasi kegiatan refleksi dengan alokasi waktu yang cukup untuk refleksi dan diskusi di akhir setiap pembelajaran untuk memperkuat pemahaman dan keterlibatan peserta didik.