Skripsi
Analisis kinerja asphalt concrete wearing course dengan variasi suhu pemadatan ditinjau terhadap parameter marshall dan indeks kekuatan sisa / Angel Sania Meok
Abstrak
Kondisi kerusakan jalan di Indonesia menurut data BPS tahun 2023 jalan dalam kondisi baik 43 34% kondisi sedang 24 04% kondisi rusak 14 25% dan rusak berat 18 35%. Beberapa faktor penyebab kerusakan jalan akibat dari suhu pemadatan yang tidak sesuai perencanaan menyebabkan kualitas dan kinerja campuran berkurang selain itu kerusakan jalan juga disebabkan oleh air yang dapat berasal dari sistem drainase yang rusak atau karena air hujan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan karakteristik bahan penyusun campuran AC-WC serta menganalisis kinerja campuran AC-WC dengan variasi suhu pemadatan aspal ditinjau dari parameter Marshall dan Indeks Kekuatan Sisa (IKS). Variasi suhu pemadatan aspal yang digunakan adalah 105 ordm C 115 ordm C 125 ordm C 135 ordm C 145 ordm C 155 ordm C dan 165 ordm C. Aspal yang digunakan adalah penetrasi 60-70 dengan suhu pemadatan dan suhu pencampuran berdasarkan hasil uji viskositas yaitu 159 ordm C dan 170 ordm C serta kadar aspal rencana 5% 5 5% 6% 6 5% 7% untuk mendapatkan Kadar Aspal Optimum (KAO). Setelah pengujian diperoleh nilai KAO sebesar 6 23% nilai KAO ini sebagai patokan untuk pembuatan benda uji dengan variasi suhu pemadatan. Semakin rendah suhu pemadatan aspal maka ketahanan campuran terhadap kerusakan berkurang dan membuat campuran cepat rusak. Suhu pemadatan berpengaruh terhadap kinerja parameter Marshall dimana semakin rendah suhu pemadatan maka nilai stabilitas VFA dan VIMtidak dapat memenuhi spesifikasi. Berdasarkan hasil penelitian variasi suhu pemadatan yang memenuhi spesifikasi niali IKS minimal 90% yaitu pada suhu 135 ordm C 145 ordm C 155 ordm C dan 165 ordm C.