Skripsi
Persepsi mahasiswa sastra Jerman UM terhadap komunikasi lintas budaya melalui program beasiswa di Jerman / Sarah Safitri
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa Sastra Jerman UM terhadap komunikasi lintas budaya melalui program beasiswa dan mengidentifikasi hambatan-hambatan yang muncul dalam komunikasi lintas budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian ini adalah 8 mahasiswa Sastra Jerman UM yang mengikuti program tersebut. Pengumpulan data diambil melalui wawancara guna mengetahui persepsi dan hambatan dalam konteks komunikasi lintas budaya. Data dianalisis menggunakan model Miles amp Huberman dengan 3 tahapan yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terjadi karena adanya kesalahpahaman stereotip dan prasangka. Kesalahpahaman sering dipicu oleh perbedaan yang mencakup bahasa gaya bicara adat istiadat dan kebiasaan sehari-hari. Stereotip dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan ke dalam dimensi positif dan negatif. Prasangka cenderung muncul dalam anggapan negatif terhadap individu atau kelompok tanpa bukti yang akurat. Adapun yang menjadi faktor penghambat komunikasi lintas budaya adalah perbedaan linguistik perbedaan nilai dan norma penafsiran gaya komunikasi perbedaan adat istiadat komunikasi verbal (seperti dialek pelafalan dan ungkapan) dan nonverbal (gestur tubuh). Diharapkan pembekalan pengetahuan tentang komunikasi lintas budaya terutama negara Jerman dapat mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan komunikasi dan lingkungan multikultural.