UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

\"Kesejahteraan subjektif suku Tengger\" (studi fenomenologi Suku Tengger Desa Ranupani) / Vina Budiarti Mustika Sari

Sari, Vina Budiarti Mustika - Nama Orang;

Abstrak
RINGKASAN Vina Budiarti Mustika Sari 2024 Kesejahteraan Subjektif Suku Tengger (Studi Fenomenologi Suku Tengger Desa Ranupani). Disertasi. Program Studi Pendidikan Ekonomi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Wahjoedi M.E. (II) Prof. Dr. Heri Pratikto M.Si. (III) Prof. Dr. Hari Wahyono M.Pd Kata Kunci Kesejahteraan Subjektif Suku Tengger Kultur Spiritualitas Konsepsi kesejahteraan sesungguhnya tidak hadir dalam ruang kosong. Kesejahteraan terbentuk bersama dinamika kehidupan sosio-kultural masyarakatnya sendiri. Meskipun upaya objektifikasi konsep kesejahteraan banyak dilakukan namun kesejahteraan subjektif (subjective wellbeing) masih menjadi domain utama tujuan hidup manusia. Perbedaan kerangka konsep kesejahteraan subjektif ini berimplikasi pada pengambilan kebijakan keputusan dan pengembangan tradisi luhur bagi negera dalam mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Upaya negara melalui berbagai program kesejahteraan nyatanya gagal ketika negara belum bisa menarasikan konsep-konsep lokal kesejahteraan dalam kebijakannya. Bagi sebagian masyarakat yang masih hidup dalam ruang kebudayaan tradisional konsep kesejahteraan sangat dekat dengan kehidupan sosio -kultural mereka. Penelitian ini berusaha menjelaskan konsep kesejahteraan subjektif masyarakat tradisional Suku Tengger di Desa Ranupani Kabupaten Lumajang yang hingga hari ini masih meyakini keseprcayaan Suku Tengger Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis fenomenologi. Hasil penelitian ini menemukan tiga hal pertama kekayaan sumberdaya alam menjadi faktor tumbuhnya kesejahteraan bagi masyarakat kedua makna kesejahteraan yang diwujudkan melalui Tri Hitta Karana yaitu sebuah konsep yang menekankan pada hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan) manusia dengan sesama manusia (Pawongan) dan manusia dengan alam (palemahan) serta Bekti Marang Guru Papat yaitu bentuk penghormatan dan bakti yang mendalam kepada empat guru atau sumber pengetahuan dalam kehidupan seseorang yang terdiri atas orangtua guru pengetahuan dunia guru pengetahuan spiritual dan alam semesta. Ketiga tersedianya waktu luan sebagai ekspresi capaian kesejahteraan dalam bentuk kesehatan pendidikan pola konsumsi kesenian dan hubungan sosial pada masyarakat Suku Tengger Desa Ranupani Kabupaten Lumajang.


Informasi Detail
DDC
Rd 330.019 SAR k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Ekonomi, 2024.
Deskripsi Fisik
xvi, 195 lembar. : ilus. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00042/RD/25
Edisi
Disertasi(Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2024
Subjek
1. EKONOMI - PERILAKU (ASPEK PSIKOLOGIS)
2. KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF(SUBJECTIVE WELL-BEING)
3. ECONOMICS - BEHAVIOR (PSYCHOLOGICAL ASPECTS)

Pembimbing
1. Prof. Dr. Wahjoedi, M.e.; 2. Prof. Dr. Heri Pratikto, M.si; 3. Dr. Hari Wahyono, M.pd
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik