Skripsi
Analisis koordinasi simpang APILL (studi kasus: Simpang Sulfat dan Simpang Ciliwung Kecamatan Blimbing Kota Malang) / Rizki Muhammad Ihsan
Abstrak
Simpang APILL Sulfat dan Simpang APILL Ciliwung merupakan salah satu bagian jalan pada ruas Jalan Sunandar Priyo Sudarmo Kota Malang. Simpang APILL Sulfat dan Simpang APILL Ciliwung memiliki jarak sepanjang 270 meter dan merupakan simpang APILL yang belum terkoordinasi karena memiliki perbedaan waktu siklus. Waktu siklus eksisting pada Simpang APILL Sulfat adalah 122 detik dan pada Simpang APILL Ciliwung adalah 83 detik. Saat berada pada jam-jam puncak tundaan dan antrian kendaraan terjadi di kedua simpang APILL ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja kedua simpang APILL pada kondisi eksisting mengkoordinasikan kedua simpang sehingga terjadi peningkatan kinerja dan analisis kinerja pada tahun yang akan datang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan formulir pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 2023. Hasil yang didapat menunjukkan Simpang API LL Sulfat memiliki derajat kejenuhan 0.89 dengan tingkat pelayanan E dan Simpang APILL Ciliwung memiliki derajat kejenuhan sebesar 1.34. Hasil perencanaan alternatif menunjukkan Simpang APILL Sulfat menghasilkan derajat kejenuhan sebesar 0.74 dan tundaan sebesar 24.05 dengan tingkat pelayanan C dan Simpang APILL Ciliwung menghasilkan derajat kejenuhan 0.8 dan tundaan sebesar 23.83 dengan tingkat pelayanan C. Perencanaan waktu siklus baru direncanakan untuk mengkoordinasi kedua simpang dan dihasilkan waktu siklus sebesar 68 detik. Koordinasi simpang APILL menghasilkan bandwidth 23 detik dan 22 detik. Kinerja simpang APILL yang telah terkoordinasi pada 5 tahun mendatang akan menurun hingga mencapai tingkat pelayanan F.