Tesis
Perbedaan pemahaman konsep mata pelajaran dasar-dasar listrik pada penerapan problem based learning dan problem based hybrid learning berbasis steam pada siswa Kelas X di SMK / Chufadatul Chusna
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep siswa antara penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Problem Based Hybrid Learning (PBHL) yang berbasis STEAM (Science Technology Engineering Arts and Mathematics) dalam mata pelajaran Dasar-Dasar Listrik di kelas X SMK. Pendekatan STEAM dalam pembelajaran dirancang untuk meningkatkan partisipasi siswa dengan menggabungkan berbagai disiplin ilmu dalam penyelesaian masalah nyata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi-eksperimen dengan desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas X di salah satu SMK yang dibagi menjadi dua kelompok kelompok PBL dan kelompok PBHL. Instrumen yang digunakan meliputi tes pemahaman konsep dalam bentuk pilihan ganda yang beralasan serta lembar observasi aktivitas pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik parametrik untuk menentukan signifikansi perbedaan antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan pemahaman konsep pada kelompok PBHL berbasis STEAM mencapai 85 6% sedangkan kelompok PBL sebesar 74 3%. Selisih sebesar 11 3% ini mengindikasikan bahwa penerapan PBHL berbasis STEAM memiliki dampak yang lebih signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa dibandingkan dengan model PBL. Integrasi teknologi dalam PBHL memberikan fleksibilitas waktu dan akses yang lebih luas ke sumber belajar sehingga mendorong eksplorasi yang lebih mendalam terhadap masalah kontekstual.