Skripsi
Analisis tingkat kerawanan banjir di sub das widas kabupaten nganjuk menggunakan sisteminformasi geografis / DANI ZAKIATA FAHMI
Abstrak
Sub DAS Widas Kabupaten Nganjuk adalah bagian dari DAS Brantas yang sering mengalami banjir ketika musim hujan datang. Data mengenai informasi banjir yang disajikan masih berbentuk angka atau tabel sehingga perlu dipetakan supaya dapat dianalisis sebarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan banjir di Sub DAS Widas Kabupaten Nganjuk dan menyajikannya dalam bentuk peta sehingga dapat dianalisis sebarannya. Metode dalam penelitian ini menggunakan teknik overlay dengan alat bantu ArcGIS 10.8 dan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot antara parameter satu dengan lainnya. Pada teknik overlay menggunakan 6 parameter banjir yang masing ndash masing diberi skor sesuai ketentuan yaitu kemiringan lereng curah hujan jenis tanah penggunaan lahan kerapatan sungai dan ketinggian lahan. Untuk data curah hujan daerah diambil selama 10 tahun yaitu tahun 2014 ndash 2023 dan untuk metodenya dipakai metode polygon Thiessen. Proses AHP dilakukan dengan masukan yang diambil dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Nganjuk yang dianggap ahli tentang permasalahan bencana banjir di Sub DAS Widas Kabupaten Nganjuk dan diolah dengan alat bantu Microsoft Excel. Setelah mendapatkan bobot dari semua parameter maka dapat dibuat indeks kerawanan banjir untuk menentukan seberapa rawan suatu daerah terkena bahaya banjir. Sesuai dengan hasil analisis yang dilakukan Sub DAS Widas Kabupaten Nganjuk memiliki daerah sangat rawan banjir seluas 3.366 14 Ha atau 7 06% daerah rawan banjir seluas 32.990 69 Ha atau 69 19% daerah agak rawan banjir seluas 11.261 55 Ha atau 23 62% dan daerah tidak rawan banjir seluas 62 02 Ha atau 0 13%. Adapun daerah yang menjadi sangat rawan banjir yaitu di 28 Desa yang terbagi di Kecamatan Gondang Loceret Nganjuk Pare Sukomoro dan Tanjunganom dengan daerah yang paling mendominasi adalah Kecamatan Sukomoro seluas 1.459 62 Ha.