Skripsi
Perbandingan persentase body fat pada remaja putra non-atlet dan atlet bulutangkis usia 13-16 tahun / Anggi Risma Arizky
Abstrak
Presentase lemak berlebih di kalangan remaja semakin mendesak untuk diperhatikan seiring dengan tren global yang menunjukkan peningkatan angka obesitas pada kelompok usia remaja. Presentase lemak berlebih dikalangan remaja semakin mendesak untuk diperhatikan seiring dengan tren global yang menunjukkan peningkatan angka obesitas pada kelompok usia remaja. Persentase lemak tubuh pada wanita adalah 25% sementara pada pria 15% dengan perbedaan utama terletak pada jumlah lemak absolut dibandingkan dengan pria. Selain itu kandungan lemak pada atlet biasanya lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang bukan atlet. Atlet bulutangkis sering kali memiliki proporsi massa otot yang lebih besar dan persentase lemak tubuh yang lebih rendah dibandingkan dengan individu yang tidak terlatih secara teratur. Berat badan yang rendah tungkai panjang dan tubuh yang ramping memberikan keuntungan karena meningkatkan jangkauan pemain. Jika komposisi tubuh berada pada tingkat optimal maka seorang atlet memiliki potensi yang lebih besar untuk mencapai kesuksesan dalam cabang olahraga yang mereka tekuni. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan persentase lemak tubuh pada remaja putra non-atlet dan atlet bulutangkis dengan mempertimbangkan aktivitas fisik masing-masing kelompok mengingat atlet bulutangkis menjalani aktivitas fisik yang lebih terstruktur dan intens dibandingkan dengan non-atlet. Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat non-eksperimen dan menggunakan rancangan penelitian deskriptif komperatif. Pada penelitian ini untuk pengukuran sampel non-atlet dilaksanakan di SMP Negeri 4 Kota Malang pada tanggal 28 Oktober 2024. Sedangkan untuk atlet dilaksanakan di lapangan bulutangkis PB Djagung pada tanggal 29 Oktober 2024. Sampel pada penelitian ini mengambil remaja yang berjenis kelamin laki-laki berusia 13-16 tahun dengan menggunakan teknik pengambilan sampel memakai teknik purposive sampling. Teknik tersebut berarti sampel diseleksi sesuai dengan kriteria inklusi yang sudah peneliti tentukan. Berdasarkan dengan kriteria inklusi terdapat sempel yang berjumlah 15 siswa laki-laki dari SMP Negeri 4 Kota Malang dan 15 atlet laki-laki dari klub PB Djagung Kota Malang yang memenuhi kriteria dari sekian siswa dan atlet bulutangkis. Persentase lemak tubuh dihitung dengan menggunakan alat BIA (Bioelectrial Impedance Analysis) teknik ini umum digunakan dalam penelitian komposisi tubuh. Data yang diperoleh dari uji normalitas dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk sedangkan untuk uji homogenitas digunakan uji Levene Statistic. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji Independent Sample T-test untuk membandingkan persentase lemak tubuh. Signifikansi dinilai berdasarkan probabilitas atau nilai Sig. (2-tailed). Jika nilai tersebut berada lt 0 05 berarti terdapat perbedaan yang signifikan dalam data. Sebaliknya jika nilainya gt 0 05 maka tidak ada perbedaan yang signifikan dalam data yang dianalisis. Proses analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai uji homogenitas memiliki signifikansi p gt 0 05 sehingga data dinyatakan homogen. Sementara itu hasil uji Independent Sample T-test terhadap persentase lemak tubuh menghasilkan nilai p 0 000 yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara persentase lemak tubuh pada non-atlet dan atlet bulutangkis. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada persentase lemak tubuh antara non-atlet dan atlet bulutangkis usia 13-16 tahun meskipun BMI keduanya bersifat homogen. Nilai uji Independent Sample T-test sebesar 0 000 menunjukkan signifikansi (2-tailed) lt 0 05. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain serta meningkatkan jumlah sampel agar penelitian dapat dilakukan dengan cakupan yang lebih luas dan hasil yang lebih akurat.