Skripsi
Pengaruh pemberian minuman isotonik kemasan terhadap denyut nadi dan tekanan darah / Dian Angelia Putri
Abstrak
Kebutuhan cairan yang baik dapat membantu tubuh agar tetap dalam keadaan normal. Kekurangan cairan yang tidak diimbangi dengan penggantian elektrolit yang memadai terutama natrium dapat memicu terjadinya dehidrasi. Dehidrasi yang berkelanjutan dan tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan penurunan kemampuan kognitif gangguan fungsi ginjal serta gangguan kardiovaskular. Gangguan kardiovaskuler ditandai dengan peningkatan denyut nadi dan tekanan darah. Denyut nadi adalah rambatan dari denyut jantung yang dihitung setiap menit dengan hitungan repetisi (kali/menit). Tekanan darah merupakan tekanan dari aliran darah dalam arteri (nadi). Mengonsumsi minuman olahraga seperti isotonik merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi dehidrasi. Minuman isotonik adalah minuman yang memiliki kandungan air zat terlarut dan zat ergogenic. Komposisi minuman isotonik dirancang agar cepat diserap oleh tubuh. Manfaat utama minuman isotonik adalah sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang setelah melakukan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman isotonik kemasan terhadap denyut nadi dankanan darah. Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimental dengan bentuk desain penelitian Two Group Pretest-Posttest Design. Subjek berjumlah 30 orang Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan angkatan 2024 dibagi secara random. K1 (minuman isotonik) K2 (air mineral). Pengukuran denyut nadi dan tekanan darah dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pretest sesaat dan posttest. Pretest dilakukan setelah subjek diberi arahan kemudian subjek diberi latihan sprint 60 meter dengan jeda antar sprint 30 detik se. Pemberian minuman isotonik 350 ml dan air putih 350 ml setelah latihan dan diukur sebagai data pengukuran (sesaat) kemudian 5 menit pengukuran (posttest) kembali dilakukan. Kemudian hasil kedua kelompok pdibandingkan. Karakteristik subjek penelitian masing-masing kelompok yang terdiri 15 subjek dengan rata-rata usia 18-21 tahun dan standart deviasi 0 339. Rata-rata berat badan K1 62.33 kg K2 57.40 kg dengan standart deviasi 0 925. Rata-rata tinggi badan K1 169.87 cm K2 166.33 cm dengan standart deviasi 0 667. Rata-rata IMT K1 21.83 K2 20.82 dengan standar deviasi 0 446. Selanjutnya dilakukan uji Anova untuk mengetahui nilai signifikansi dari masing-masing kelompok. Hasil uji Anova menunjukkan denyut nadi p-value 0.098 tekanan darah (sistolik) p-value 0 637 dan tekanan darah (diastolik) p-value 0 326. Menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pengaruh pemberian minuman isotonik kemasan terhadap denyut nadi dan tekanan darah dari karena hasil test menunjukkan nilai p-value gt 0 05.