Skripsi
Perbandingan persentase massa otot pada atlet bulu tangkis putra dan non atlet usia 13-16 tahun / Rintania Rahma Putri
Abstrak
Tingkat aktivitas fisik remaja dapat dilihat dari persentase massa otot tubuh. Tidak hanya itu persentase massa otot tubuh juga menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kebugaran seseorang. Bulu tangkis salah satu olahraga yang memerlukan kekuatan otot agar dapat melakukan permainan dengan benar. Dalam olahraga bulu tangkis hal yang paling dibutuhkan untuk menunjang prestasi seorang atlet ialah kekuatan otot. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan persentase massa otot pada atlet bulu tangkis putra dan non atlet. Dikarenakan sampai saat ini belum ada penelitian terbaru yang terkait perbandingan persentase massa otot pada atlet bulu tangkis putra dan non atlet. Maka penelitian ini berjudul ldquo perbandingan persentase massa otot pada atlet bulu tangkis putra dan non atlet usia 13-16 tahun rdquo . Penelitian ini merupakan studi non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif komparatif. Penelitian ini akan dilaksanakan secara cross-sectional yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 Malang untuk pengukuran non-atlet dan dilaksanakan di PB Djagung Kota Malang untuk pengukuran atlet bulu tangkis dan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Pelaksanaan test dan pengumpulan data penelitian memanfaatkan alat Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Analisis data yang digunakan yakni analisis deskriptif uji Normalitas uji Homogenitas dan uji Hipotesis. Penelitian ini mengungkapkan adanya perbedaan yang cukup berarti dalam persentase massa otot tubuh antara atlet bulu tangkis putra dan non-atlet pada rentang usia 13-16 tahun. Perbedaan ini dapat dilihat dari nilai rata-rata (mean) persentase massa otot di mana atlet bulu tangkis memiliki rata-rata sebesar 56 36 sedangkan non-atlet memiliki rata-rata 47 76. Dengan demikian atlet bulu tangkis memiliki persentase massa otot yang lebih tinggi dibandingkan dengan remaja non-atlet pada usia yang sama. Berdasarkan hasil analisis ditemukan adanya perbedaan yang signifikan dalam persentase massa otot antara kedua kelompok. Temuan penelitian menunjukkan bahwa atlet bulu tangkis memiliki persentase massa otot yang lebih tinggi dibandingkan non-atlet.Perbedaan tersebut lebih dipengaruhi oleh tingkat aktivitas fisik yang dilakukan.