Skripsi
Optimalisasi school branding program smanda cup sebagai upaya meningkatkan animo masyarakat dalam menyekolahkan anaknya di sman 2 malang / Amelia Dwi Lestari
Abstrak
Lembaga pendidikan saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat baik dari lembaga formal non formal maupun informal. Perubahan yang pesat dan terus-menerus dalam pola pendidikan telah meningkatkan tingkat persaingan antar sekolah terutama dalam usaha untuk menarik minat calon pelanggan dan mempertahankan kesetiaan kepada pelanggan. Merek atau brand bagi sebuah sekolah sebuah identitas yang membedakan kualitas layanan mereka dari sekolah-sekolah lainnya. Salah satu sekolah di Kota Malang yang melakukan school branding yaitu SMA Negeri 2 Malang Program unggulan yaitu Smanda Cup yang merupakan satu-satunya program perlombaan lomba basket dan voli untuk peserta didik SMP sederajat tingkat provinsi Jawa Timur yang diadakan oleh SMA negeri di Kota Malang. Penetapan branding di SMA Negeri 2 Malang juga merupakan strategi sekolah untuk meningkatkan animo calon peserta didik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan (1) Perencanaan school branding yang berupa program Smanda Cup sebagai upaya meningkatkan animo masyarakat dalam menyekolahkan anaknya di SMAN 2 Malang (2) Pelaksanaan school branding yang berupa program Smanda Cup sebagai upaya meningkatkan animo masyarakat dalam menyekolahkan anaknya di SMAN 2 Malang (3) Penilaian school branding yang berupa program Smanda Cup sebagai upaya meningkatkan animo masyarakat dalam menyekolahkan anaknya di SMAN 2 Malang (4) Faktor penghambat dalam pelaksanaan school branding yang berupa program Smanda Cup sebagai upaya meningkatkan animo masyarakat dalam menyekolahkan anaknya di SMAN 2 Malang (5) Solusi pemecahan faktor penghambat dalam pelaksanaan school branding yang berupa program Smanda Cup sebagai upaya meningkatkan animo masyarakat dalam menyekolahkan anaknya di SMAN 2 Malang (6) Faktor pendukung dalam pelaksanaan school branding yang berupa program Smanda Cup sebagai upaya meningkatkan animo masyarakat dalam menyekolahkan anaknya di SMAN 2 Malang (7) Strategi optimalisasi faktor pendukung dalam pelaksanaan school branding yang berupa program Smanda Cup sebagai upaya meningkatkan animo masyarakat dalam menyekolahkan anaknya di SMAN 2 Malang. Penelitian ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis rancangan penelitian yaitu studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan dengan berlatar di SMA Negeri 2 Malang Jalan Laksamana Martadinata No.84 Sukoharjo Kec. Klojen Kota Malang Jawa Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kredibilitas dengan menggunakan beberapa teknik yaitu triangulasi pengecekan data dan kecukupan referensi. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan mengenai penelitian ini antara lain (1) Perencanaan dilakukan pada awal tahun ajaran baru. Acara ini dilaksanakan di area SMA Negeri 2 Malang pada bulan Desember hingga Maret dan melibatkan koordinasi antara OSIS kesiswaan dan pihak sekolah. Smanda Cup dipilih sebagai salah satu school branding di SMA Negeri 2 Malang karena menunjukkan prestasi sekolah menarik minat calon siswa (2) Pelaksanaan program Smanda Cup dilaksanakan selama beberapa minggu pada bulan Februari dan Maret. Diadakan setiap Sabtu dan Minggu di lapangan basket jadwalnya dapat berubah jika terjadi kendala tanggal merah atau cuaca buruk. Peserta Smanda Cup berasal dari berbagai SMP di Jawa Timur menarik minat siswa dan sekolah orang tua peserta didik hingga masyarakat luas. Smanda Cup juga berfungsi sebagai media untuk memperluas animo masyarakat (3) Penilaiaan school branding program Smanda Cup dinilai positif dalam meningkatkan animo Masyarakat (4) Faktor penghambat dalam pelaksanaan school branding program Smanda Cup yaitu jadwal acara yang sering bertabrakan dengan kegiatan serupa di sekolah lain cuaca biaya anggaran prestasi tim basket sekolah (5) Solusi faktor penghambat dalam pelaksanaan school branding program Smanda Cup yaitu inovasi siswa yang terlibat untuk dilatih manajemen keuangan panitia melakukan perencanaan jadwal secara matang meningkatkan komunikasi antara panitia pelatih dan anggota tim basket (6) faktor pendukung dalam pelaksanaan school branding program Smanda Cup yaitu sarana prasarana yang memadai kerja sama yang solid antara guru dan siswa dalam panitia Smanda Cup memastikan konsistensi dan stabilitas acara sebagai agenda tahunan yang diandalkan penggunaan wasit berlisensi partisipasi aktif sumber daya internal acara membangun reputasi positif penghargaan terhadap prestasi peserta didik (7) Strategi optimalisasi faktor pendukung Smanda Cup yaitu mengajarkan siswa untuk tidak cepat puas dengan hasil kerja sekolah juga mengadopsi pendekatan Amati Tiru Modifikasi (ATM) promosi acara juga melalui media sosial membentuk tim web membagikan dokumentasi kegiatan sekolah kualitas sekolah evaluasi dan perencanaan terus diperbaiki setiap tahunnya menyediakan jalur prestasi untuk siswa yang berprestasi Smanda Cup. Berdasarkan hasil penelitian ini maka peneliti memberikan saran kepada beberapa pihak yaitu (1) Kepala SMAN 2 Malang mengimplementasikan dan meningkatkan strategi school branding melalui program Smanda Cup agar dapat meningkatkan animo masyarakat dalam menyekolahkan anaknya di SMAN 2 Malang (2) Kesiswaan SMAN 2 Malang memastikan bahwa program Smanda Cup ini terus dikembangkan dan disempurnakan setiap tahunnya dengan mengadakan evaluasi rutin dan mengumpulkan masukan dari berbagai pihak (3) Guru SMAN 2 Malang diharapkan semuanya turut andil dalam menyukseskan school branding melalui program Smanda Cup agar dapat meningkatkan animo masyarakat dalam menyekolahkan anaknya di SMAN 2 Malang (4) Peneliti selanjutnya hasil penelitian ini masih terbatas pada satu sudut pandang sehingga perlu dilanjutkan dengan menggunakan referensi dan konteks yang sama agar dapat menghasilkan wawasan baru yang lebih mendalam dan bersifat ilmiah.