Skripsi
Implementasi LKPD berbasis alam untuk meningkatkan keterampilan proses dan kemampuan pemecahan masalah siswa / Nadya Dwi Widiyana
Abstrak
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di kelas V SD Negeri Kendalrejo 04 hasilnya menunjukkan bahwa terdapat permasalahan pada pembelajaran IPA yaitu kegiatan berpusat pada guru kurangnya penggunaan lembar kerja yang beragam rendahnya pengembangan keterampilan proses serta kurangnya kemampuan pemecahan masalah siswa. Ditemukan persentase KBK terendah pada pembelajaran IPA materi ekosistem. Oleh karena itu dilakukan upaya untuk mengatasi permasalahan pembelajaran melalui penerapan LKPD berbasis alam. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan LKPD berbasis alam serta peningkatan keterampilan proses dan kemampuan pemecahan masalah kelas V SD Negeri Kendalrejo 04. Adapun keterampilan proses yang digunakan meliputi mengobservasi mengklasisfikasi memprediksi mengukur menyimpulkan dan mengkomunikasikan. Kemampuan pemecahan masalah yang digunakan meliputi memahami masalah membuat rencana melaksanakan dan mereview. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 4 tahapan yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Kendalrejo 04 Kabupaten Blitar berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara observasi tes dan dokumentasi. Analisis data dimulai dengan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan LKPD berbasis alam dapat meningkatkan keterampilan proses dan kemampuan pemecahan masalah pada Bab Harmoni dalam Ekosistem. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya ketuntasan klasikal keterampilan proses Pada siklus I persentase Ketuntasan Belajar Klasikal (KBK) memperoleh 30%. Kemudian meningkat pada siklus II menjadi 70% dan meningkat lagi pada siklus III menjadi 90%. Hal serupa terjadi pada peningkatan ketuntasan klasikan kemampuan pemecahan masalah. Pada siklus I persentase KBK memperoleh 50%. Kemudian meningkat pada siklus II menjadi 60% dan meningkat lagi pada siklus III menjadi 95%.