Skripsi
Analisis arsitektur indeks jangkar akar (IJA) dan indeks cengkraman akar (ICA) tanaman kayu sebagai upaya mitigasi longsor di desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang / Roby Esa Wardhana
Abstrak
Akar vegetasi memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya tanah longsor dengan memperkuat struktur tanah dan mengurangi pergerakan massa tanah. Tanah longsor merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia yang dipicu oleh curah hujan tinggi dan perubahan fungsi lahan. Data menunjukkan bahwa tanah longsor menempati peringkat ketiga dalam kejadian bencana di Indonesia dengan 9.047 kejadian yang tercatat sejak tahun 1822 hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arsitektur Indeks Jangkar Akar (IJA) dan Indeks Cengkraman Akar (ICA) sebagai upaya mitigasi longsor. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Purposive Random Sampling untuk memperoleh nilai IJA dan ICA. Semakin tinggi nilai IJA maka semakin besar potensi vegetasi untuk berfungsi sebagai jangkar hidup (living anchor) yang dapat memperkuat dinding tebing. Sedangkan Semakin tinggi nilai ICA berpotensi besar untuk memegang butiran tanah di permukaan sehingga dapat mencegah erosi dan mengurangi risiko terjadinya hanyutnya tanah oleh aliran permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surian memiliki pola perakaran vertikal (tipe V) dengan akar tunggang yang kuat dan sedikit akar lateral. Dengan nilai Indeks Jangkar Akar (IJA) sebesar 1 04 dan Indeks Cengkraman Akar (ICA) sebesar 3 86 yang keduanya tergolong kategori tinggi. Sedangkan tanaman cedro memiliki nilai Indeks IJA 0.91 dan ICA 1.47 dengan Tipe perakaran (R) yang tergolong paling rendah dari tanaman lain. Surian memiliki kemampuan jangkar yang kuat menjadikannya tanaman yang cocok untuk stabilitas lereng pada semua kemiringan termasuk lereng kategori sangat curam. Kata kunci Arsitektur IJA ICA itigasi Longsor