Skripsi
Identifikasi penurunan tanah menggunakan citra sentinel-1a dan dampaknya terhadap banjir di Kecamatan Tanggulangin / Fadlli Robbi
Abstrak
Di Kecamatan Tanggulangin terutama Desa Kedungbanteng dan Banjarasri telah terjadi banjir sejak tahun 2017 dan terus meningkat sampai tahun 2019. Tahun 2023 genangan meluas ke wilayah Desa Banjarpanji dan Kalidawir. Terjadinya banjir ini diduga adanya gerakan penurunan tanah. Hal ini dikarenakan letak wilayah ini yang berdekatan dengan terjadinya semburan lumpur lapindo yang wilayah di sekitar semburan ini telah mengalami penurunan tanah. Berdasarkan kenyataan tersebut dilakukan penelitian tentang penurunan tanah dari tahun 2017-2024 untuk mengetahui pola dan laju penurunan tanah. Penelitian ini menggunakan data data sekunder berupa citra Sentinel-1A yang diolah menggunakan metode DInSAR untuk mengidentifikasi terjadinya penurunan tanah. Teknik DInSAR dilakukan dengan mengidentifikasi perpindahan yang dihitung dengan membedakan fase dari dua gambar SAR yang dikoregistrasi setelah penghapusan efek topografi. Teknik ini memiliki akurasi tinggi yang dapat mendeteksi perubahan kecil pada permukaan bumi dengan akurasi sub-sentimeter memungkinkan pemantauan deformasi yang sangat detail. Data Citra Sentinel-1 yang digunakan didapatkan dari ASF Alaska dengan tipe file L1 Single Look Complex (SLC) mode akuisisi IW dan Polarisasi VV VH. Pengolahan penurunan permukaan tanah metode DInSAR dilakukan menggunakan HyP3 pada platform ASF Data Search. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tanah yang terjadi pada tahun 2017 mayoritas masih dalam kisaran 0 ndash 2 cm/tahun. Penurunan tanah meningkat dari 2018 hingga 2021. Adapun pada tahun 2022 penurunan tanah yang terjadi mulai berkurang terus berkurang sampai tahun 2024. Penurunan tanah yang terjadi mengakibatkan beberapa dampak seperti turunnya daerah permukiman penduduk perubahan penggunaan lahan pada area persawahan dan elevasi menjadi lebih rendah dari wilayah hilirnya sehingga wilayah ini menjadi titik kumpul air.