Tesis
Evaluasi Kelas Industri Samsung Tech Institute (STI) konsentrasi keahlian rekayasa perangkat lunak menggunakan metode cipp di SMKS Turen Kabupaten Malang / Erma Widayanti
Abstrak
Pendidikan vokasi berperan penting dalam menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. Program Kelas Industri Samsung Tech Institute (STI) di SMKS Turen dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil melalui kolaborasi antara sekolah dan industri. Namun program ini menghadapi tantangan serius dalam memastikan relevansi dan efektivitasnya. Data menunjukkan bahwa tingkat keterserapan lulusan di perusahaan Samsung sangat rendah dengan hanya 10% peserta yang diterima sejak 2020 meskipun telah mengikuti kurikulum berbasis industri dan program magang. Masalah ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kompetensi yang dihasilkan program dengan kebutuhan spesifik industri. Oleh karena itu diperlukan evaluasi program kelas industri STI yang bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus kelas industri Samsung Tech Institute (STI) di SMKS Turen. Metode evaluasi yang digunakan adalah CIPP (Context Input Process Product) dimana pada Context terdiri dari latar belakang kelas industri kebutuhan industri samsung dan tujuan dari kelas STI. Input terdiri dari kurikulum tenaga pengajar fasilitas dan bahan ajar yang digunakan pada kelas STI. Process terdiri dari metode pembelajaran pengelolaan kelas dan evaluasi pembelajaran. Product terdiri dari capaian pembelajaran dan keterserapan lulusan. Data dikumpulkan melalui pengisian angket wawancara mendalam observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini melalui informan kunci yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling yaitu pihak-pihak yang terlibat dalam Kelas Industri Samsung Tech Institute (STI) di SMKS Turen seperti Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Kepala Konsentrasi Keahlian (Kakonsli) RPL Guru STI Pihak Industri (PT. Samsung Electronics Indonesia) Peserta didik STI Alumni STI dan Kepala Bursa Kerja Khusus. Teknik analisis data menggunakan metode triangulasi untuk memastikan keabsahan data yang telah didapatkan. Hasil penelitian evaluasi Kelas Industri Samsung Tech Institute (STI) di SMKS Turen menggunakan metode CIPP (Context Input Process Product). Pada aspek context program dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi dan tuntutan industri teknologi namun masih terdapat kesenjangan antara kurikulum yang diterapkan dengan perkembangan teknologi terkini. Pada aspek input fasilitas dan bahan ajar telah tersedia dengan baik tetapi tenaga pengajar memerlukan pelatihan tambahan agar sesuai dengan standar industri. Aspek process menunjukkan keberhasilan dalam penerapan metode pembelajaran berbasis proyek namun durasi praktik lapangan dianggap terlalu singkat dan evaluasi program belum dilakukan secara berkelanjutan. Pada aspek product tingkat penyerapan lulusan di perusahaan Samsung masih rendah hanya mencapai 10% disebabkan oleh kurangnya keterampilan teknis dan soft skills. Meskipun demikian program ini memiliki potensi besar untuk mendukung pendidikan vokasi dengan catatan perlunya perbaikan dalam integrasi kurikulum pelatihan tenaga pendidik serta pelaksanaan evaluasi secara berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas lulusan. Simpulan dari penelitian ini berbagai rekomendasi strategis untuk meningkatkan implementasi program Kelas Industri Samsung Tech Institute (STI) di SMKS Turen. Rekomendasi tersebut diantaranya (1) diskusi intensif antara pihak sekolah seperti kepala sekolah dan tim kurikulum dengan PT. Samsung Electronics Indonesia untuk menyelaraskan kebutuhan perusahaan dengan kurikulum yang diterapkan. metode pembelajaran berbasis proyek dan memberikan waktu praktik lapangan yang lebih panjang. Persiapan sebelum kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Evaluasi berkelanjutan juga diusulkan baik dalam bentuk penilaian bulanan oleh guru maupun rapor khusus untuk program STI sehingga kompetensi siswa dapat dipantau secara rutin dan sistematis . penyediaan sertifikasi yang diakui secara internasional serta pengembangan soft skills seperti komunikasi kedisiplinan dan etika kerja