Tesis
Korelasi kemampuan membaca intensif dengan minat baca pada mahasiswa strata 1 Prodi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Universitas Negeri Malang / Dekki Priyatama Novian Agni
Abstrak
Membaca merupakan keterampilan yang sangat diperlukan guna menunjang kebutuhan mengakses informasi. Adanya kebutuhan ini pada tataran perguruan tinggi menuntut mahasiswa untuk menguasai kemampuan membaca. Berdasarkan bentuknya membaca memiliki beberapa jenis salah satunya membaca intensif. Membaca intensif menjadi salah satu pilihan yang bisa digunakan untuk menelaah interpretasi kritis dan pemahaman kreatif. Salah satu pengklasifikasian membaca intensif ialah membaca telaah isi. Membaca telaah isi terdiri dari membaca teliti membaca pemahaman membaca kritis dan membaca ide. Pada era masa kini membaca intensif dipandang masih relevan dalam pemenuhan informasi yang mendalam baik secara tersurat maupun tersirat. Minat dapat diartikan sebagai dorongan dan motivasi yang mendasari sebuah aktivitas. Seseorang yang memiliki minat pada sebuah kegiatan akan melakukan kegiatan tersebut dengan sukarela dan senang hati. Minat ini bisa diupayakan untuk tumbuh dan berkembang. Minat bisa bermula dari individu maupun dari objek minat itu sendiri. Pada umumnya minat yang bermula dari individu akan berkembang secara perlahan namun akan tetap mengendap dan bertahan lama. Membaca juga dipengaruhi oleh minat. Adanya minat memengaruhi kemampuan membaca seseorang. Minat membaca membuat tujuan membaca menjadi jelas dan secara otomatis menjadikan seseorang melakukan kegiatan membaca tanpa ada unsur suruhan atau paksaan. Minat membaca yang tinggi dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kognitif bagi pelakunya. Pada dunia akademik tingginya minat membaca sangat bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan membaca intensif minat membaca dan korelasi kemampuan membaca intensif dengan minat membaca mahasiswa strata 1 Prodi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah UM angkatan tahun 2020 ndash 2023. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik kuantitatif digunakan untuk mengukur skor kemampuan membaca intensif skor angket minat membaca dan mencari korelasi antara kemampuan membaca intensif dengan minat membaca. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa strata 1 Prodi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah angkatan tahun 2020 2022 dan 2023 memiliki kemampuan membaca intensif yang memadahi (lebih dari 50% dari jumlah responden memiliki skor uji kemampuan membaca intensif lebih dari 80 00. Sedangkan untuk skor angket minat membaca pada mahasiswa angkatan 2020 ndash 2023 menunjukkan hasil yang baik namun belum memuaskan (skor rata-rata angket minat membaca berkisar 78 20). Berdasarkan analisis statistik uji korelasi menggunakan Uji Korelasi Pearson menunjukkan nilai signifikansi 0 521 dan p-value sebesar 0 000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa korelasi kemampuan membaca intensif mahasiswa dengan minat membaca memiliki hubungan yang sedang positif dan signifikan.