Disertasi
Strategi penyiapan lulusan berkualitas pada SMK dalam menghadapi kesenjangan supply-demand Pasar tenaga kerja (studi multi situs pada SMK pusat keunggulan di Kabupaten Pasuruan) / Mukarromah
Abstrak
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran penting dalam mempersiapkan siswanya untuk memasuki pasar tenaga kerja. Melalui lulusannya SMK diharapkan mampu menunjukkan kinerja relevansi dan mutu pendidikan kejuruan. Tujuan pendidikan kejuruan harus mencerminkan profil lulusan yang diinginkan oleh industri yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan. Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) yang diperkenalkan pada tahun 2021 bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK dengan fokus pada konsentrasi keahlian yang dibutuhkan oleh dunia industri serta meningkatkan keterserapan tamatan SMK di pasar kerja. Meskipun tingkat penyerapan lulusan SMK di pasar tenaga kerja lokal cukup tinggi masih terdapat tantangan dalam memastikan kualitas lulusan yang bersaing. Strategi penyiapan kualitas lulusan SMK melibatkan kerjasama dengan dunia industri penguatan kurikulum yang relevan dengan tuntutan industri serta program magang dan kerja praktik untuk memberikan pengalaman langsung. Selain itu pendidikan karakter juga menjadi fokus penting dalam mempersiapkan lulusan SMK untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penyiapan lulusan berkualitas pada SMK dalam menghadapi kesenjangan supply-demand pasar tenaga kerja. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah studi multi situs dengan pendekatan kualitatif. Pengecekan kreadibilitas data menggunakan triangulasi sumber untuk mengecek data yang telah diperoleh dari empat sumber yang memiliki peran penting dalam penyiapan lulusan berkualitas pada SMK dalam menghadapi kesenjangan supply-demand pasar tenaga kerja yaitu wakil kepala sekolah bagian kurikulum kepala kompetensi keahlian TKJ guru dan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK. Selanjutnya triangulasi teknik pengumpulan data digunakan untuk mengecek data dengan teknik yang berbeda yaitu observasi wawancara dan diperkuat dengan dokumen pendukung. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Kolaborasi antara SMK dan industri memainkan peran signifikan dalam program penyuluhan dan bimbingan jabatan siswa terutama dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja. Industri tidak hanya terlibat dalam pengembangan kurikulum tetapi juga berperan dalam memberikan pelatihan dan magang yang relevan bagi siswa. Dengan demikian keterlibatan industri membantu mengurangi kesenjangan keterampilan antara lulusan SMK dan kebutuhan dunia kerja (2) Dalam implementasi penyiapan kualitas lulusan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri peningkatan kualitas guru serta perbaikan sarana dan prasarana menjadi strategi kunci. Pelatihan bagi guru yang berkelanjutan memastikan mereka dapat mengajarkan keterampilan yang relevan dengan tuntutan industri. Selain itu kolaborasi dengan industri dalam penyediaan fasilitas praktik dan teknologi terbaru mendukung kesiapan siswa menghadapi dunia kerja (3) Strategi pembelajaran yang diterapkan di SMK meliputi pembelajaran berbasis proyek simulasi dan studi kasus yang memperkuat keterampilan praktis siswa. Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan (TeFa) juga menjadi komponen penting yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman kerja nyata di industri. Evaluasi pembelajaran yang melibatkan guru industri dan siswa dilakukan secara berkala untuk memastikan relevansi kurikulum dengan perkembangan industri (4) Faktor pendukung implementasi strategi ini mencakup kurikulum yang fleksibel budaya organisasi yang inovatif serta kemitraan dengan industri dan pemerintah daerah. Namun terdapat pula faktor penghambat seperti keterbatasan anggaran dan fasilitas serta ketidakstabilan kebijakan pemerintah yang mempengaruhi implementasi strategi. Meskipun demikian upaya adaptasi melalui kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia menunjukkan komitmen sekolah dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di pasar tenaga kerja dan (5) Kebijakan strategis yang diterapkan oleh SMK sebagai solusi untuk mengatasi faktor pendukung dan penghambat berfokus pada penyesuaian kurikulum pelatihan berkelanjutan bagi guru serta penguatan kemitraan eksternal dengan industri lembaga pendidikan tinggi dan pemerintah daerah. Kebijakan ini memastikan bahwa lulusan SMK memiliki keterampilan yang relevan dan siap beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasar tenaga kerja.