Skripsi
Resiliensi diri pada karyawan penyandang disabilitas rungu terhadap diskriminasi di lingkungan kerja / Murtiasih
Abstrak
Resiliensi diri adalah kemampuan seseorang untuk bertahan dan menghadapi berbagai tantangan dalam hidup termasuk tantangan di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami resiliensi diri pada karyawan penyandang disabilitas rungu dalam menghadapi diskriminasi di lingkungan kerja. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus penelitian ini menggali pengalaman seorang subjek berusia 23 tahun yang bekerja di sektor jasa. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik tematik untuk mengidentifikasi pola dan makna dalam narasi subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi diri subjek terbentuk melalui empat tahap utama yaitu mengalah bertahan pemulihan dan berkembang pesat. Faktor utama yang mendukung resiliensi subjek meliputi motivasi finansial tekad untuk bangkit dan belajar dari pengalaman kemandirian dan inisiatif dalam mencari solusi serta spiritualitas sebagai sumber penguatan emosional. Subjek menghadapi diskriminasi berupa beban kerja yang tidak adil kekerasan verbal dan perlakuan yang tidak setara dibandingkan dengan karyawan lain. Meskipun demikian subjek mampu mengatasi tekanan melalui kombinasi strategi internal dan usaha mandiri yang mencerminkan daya tahan mental yang kuat. Penelitian ini menyoroti pentingnya dukungan yang lebih inklusif dari perusahaan seperti kebijakan anti-diskriminasi pelatihan kesadaran disabilitas dan aksesibilitas komunikasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas pekerja disabilitas rungu. Temuan ini juga memberikan implikasi bagi pemerintah dan pembuat kebijakan dalam menciptakan regulasi yang mendukung keberagaman dan inklusivitas di tempat kerja.