Skripsi
Rekonstruksi tari topeng Kaliwungu sebagai materi identitas warisan budaya tak benda di Kabupaten Lumajang / Marini Fajarianti
Abstrak
Penyajian Tari Topeng Kaliwungu di Kabupaten Lumajang terkait erat dengan kebutuhan masyarakat Lumajang sebagai hiburan yang terkait dengan pertunjukkan Sandur. Tari Topeng yang dulu difokuskan sebagai tari pembukaan pertunjukkan Sandur yang mengalami kepunahan kemudian digali kembali sebagai bentuk koreografi. Kasus ini di teliti untuk menjelaskan proses perkembangan fungsi Tari Topeng Kaliwungu pada era sekarang dan faktor-faktor yang mempengaruhi pada perkembangan fungsi Tari Topeng Kaliwungu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data pada penelitian menggunakan dua triangulasi yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Narasumber dalam penelitian ini yaitu Windy Meiliyah (39) sebagai pelestari Silvia Eka Susanti (43) sebagai pelestari Sutomo (61) sebagai penari senior Gitta (28) sebagai penari era sekarang Yuniawan Tri Romadlona (41) sebagai pengrawit musik. Hasil penelitian didapatkan bahwa Tari Topeng Kaliwungu mengalami perubahan penyajian pada penampilan pada gerak mengalami penyederhanaan jumlah hitungan pada tata busana merekontruksi kembali lebih mencerminkan karakter dan pada musik mengalami penyederhanaan durasi. Adanya perubahan pada penyajian Tari Topeng Kaliwungu ini disebabkan oleh suatu faktor yaitu faktor eksternal.