UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Kajian etnozoologi suku enggano sebagai komplemen dalam pembelajaran biologi berbasis masalah untuk memberdayakan literasi spesies dan kompetensi antisipasi mahasiswa calon guru biologi di Universitas Bengkulu / Alif Yanuar Zukmadini

Zukmadini, Alif Yanuar - Nama Orang;

Abstrak
Literasi spesies dan kompetensi antisipasi merupakan kemampuan yang dibutuhkan untuk membantu mencapai tujuan SDGs yang berkaitan dengan isu keanekaragaman hayati dan pelestarian spesies. Literasi spesies dan kompetensi antisipasi sangat dibutuhkan oleh calon guru biologi untuk mendukung pembelajaran berbasis Education for Sustainable Development (ESD). Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Program Studi S-1 Pendidikan Biologi Universitas Bengkulu menunjukkan masih rendahnya kedua kemampuan tersebut. Hasil analisis kebutuhan diketahui bahwa pembelajaran belum menekankan pada aktivitas yang memberdayakan literasi spesies dan kompetensi antisipasi. Mata kuliah Etnobiologi merupakan matakuliah yang mengkaji tentang bentuk hubungan manusia dengan lingkungan hewan dan tumbuhan. Sebagai mata kuliah yang baru terbentuk mata kuliah ini belum memiliki bahan ajar yang yang dikembangkan dari hasil penelitian etnozoologi. Salah satu kajian etnozoologi yang dapat diintegrasikan dalam bentuk bahan ajar adalah kajian Etnozoologi Suku Enggano. Bahan ajar berbasis penelitian dapat digunakan sebagai pelengkap untuk pengembangan pembelajaran biologi berbasis masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan suku Enggano dengan hewan serta mengembangkan buku ajar yang valid praktis dan efektif berbasis penelitian etnozoologi suku Enggano untuk memberdayakan literasi spesies dan kompetensi antisipasi mahasiswa calon guru biologi di Universitas Bengkulu. Penelitian dilakukan melalui dua tahap yaitu 1) kajian etnozoologi di Pulau Enggano dan 2) pengembangan buku ajar etnozoologi suku Enggano. Penelitian Etnozoologi suku Enggano dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif sedangkan penelitian pengembangan buku ajar dilakukan menggunakan metode R amp D. Prosedur pegumpulan data penelitian etnozoologi di Pulau Enggano dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Prosedur pengumpulan data pengembangan buku ajar dilakukan menggunakan model R amp D menurut Plomp (2013) yang terdiri dari tiga tahap yaitu preliminary research phase prototyping phase dan assessment phase. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kajian etnozoologi suku Enggano adalah lembar wawancara. Instrumen yang digunakan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas buku ajar adalah lembar validasi buku ajar lembar kepraktisan buku ajar lembar observasi keterlaksanaan PBL lembar tes literasi spesies dan lembar tes kompetensi antisipasi. Hasil penelitian etnozoologi pada suku Enggano menujukkan terdapat 64 spesies hewan yang dimanfaatkan suku Enggano untuk 10 kategori penggunaan yaitu sebagai obat tradisional konsumsi hewan ternak perburuan tujuan dekoratif upacara adat perdagangan hewan peliharaan alat dan mitologi. Chelonia mydas merupakan hewan yang memiliki nilai use report (UR) nilai Frequency of Citation (FC) indeks Relative Frequency of Citation (RFC) dan indeks Cultural Importance (CI) tertinggi di antara 64 spesies hewan yang dimanfaatkan suku Enggano. Nilai dan indeks tersebut menunjukkan bahwa Chelonia mydas merupakan spesies yang memiliki laporan penggunaan frekuensi kutipan indeks frekuensi sitasi dan indeks kepentingan budaya tertinggi bagi suku Enggano. Gallus gallus domesticus merupakan spesies yang memiliki nilai number of Uses (NU) indeks Relative Importance (RI) dan indeks Cultural Value (CV) tertinggi di antara 64 spesies hewan yang dimanfaatkan suku Enggano. Nilai tersebut menunjukkan bahwa Gallus gallus domesticus merupakan hewan yang relatif paling penting memiliki nilai kegunaan tertinggi dan memiliki nilai budaya tertinggi bagi suku Enggano. Hemiramphus far memiliki indeks RFC terendah di antara 64 spesies. Anabas testudineus memiliki indeks RI CI dan CV terendah di antara 64 spesies lainnya. Suku Enggano memiliki teknik penangkapan dan upaya konservasi hewan yang tertuang dalam bentuk kecerdasan lokal dan kearifan lokal terhadap hewan. Hasil pengembangan buku ajar dari kajian etnozoologi suku Enggano dikembangkan menjadi 5 BAB yang terdiri dari 1) Etnozoologi dalam kehidupan manusia 2) Pemanfaatan hewan oleh suku Enggano 3) Etnotaksonomi hewan yang dimanfaatkan suku Enggano 4) Sikap persepsi kearifan lokal kecerdasan lokal dan teknik penangkapan serta perburuan hewan oleh suku Enggano 5) Metodologi penelitian etnozoologi pada suku Enggano. Hasil validasi buku ajar menujukkan bahwa persentase validasi yang diperoleh dari ahli materi sebesar 100% ahli desain media pembelajaran sebesar 100% ahli pembelajaran sebesar 98 82% dan praktisi pembelajaran sebesar 87 64%. Keempat hasil validasi menujukkan bahwa buku ajar termasuk kriteria sangat valid. Buku ajar etnozoologi memiliki praktikalitas sebesar 96 25% dari penilaian dosen dan 88 94% dari penilaian mahasiswa. Kedua hasil penilaian menujukkan bahwa buku ajar etnozoologi suku Enggano bersifat sangat praktis. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test dan uji Mann Whitney terhadap N-Gain literasi spesies dan kompetensi antisipasi menunjukkan terdapat pengaruh buku ajar etnozoologi suku Enggano terhadap literasi spesies dan kompetensi antisipasi mahasiswa calon guru biologi di Universitas Bengkulu. Hasil uji ANCOVA menunjukkan bahwa skor rerata terkoreksi kemampuan akhir literasi spesies pada kelas kontrol sebesar 63 91 sedangkan skor rerata terkoreksi di kelas eksperimen sebesar 71 87. Adapun skor rerata terkoreksi kemampuan akhir kompetensi antispasi pada kelas kontrol sebesar 73 27. Skor rerata terkoreksi kompetensi antisipasi di kelas eksperimen sebesar 79 86. Hasil penelitian menujukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah berbantuan buku ajar etnozoologi suku Enggano efektif untuk meningkatkan literasi spesies dan kompetensi antisipasi mahasiswa calon guru biologi.


Informasi Detail
DDC
Rd 590.76 ZUK k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Biologi, 2024.
Deskripsi Fisik
xxii, 396 Lembar. : ilus. ; 30
Bahasa
Indonesia
No Reg
00012/RD/25
Edisi
Disertasi (Pascasarjana) - Universitas Negeri Malang. 2024
Subjek
1. ETNOZOOLOGI - STUDI DAN PENGAJARAN
2. ETHNOZOOLOGY - STUDY AND TEACHING

Pembimbing
1. Dr. Fatchur Rohman, M.si;2. Dr. Murni Sapta Sari, M.si
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik