Skripsi
Berpikir kritis siswa SMP dalam menyelesaikan soal tipe TIMSS berdasarkan tahap facione ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) / SALSABILA BUNGA EKA FRIYANA
Abstrak
Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang penting dimiliki siswa untuk membantu memecahkan permasalahan. AQ merupakan ketahanan siswa ketika dihadapkan pada suatu masalah dan hal ini juga terkait dengan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal tipe TIMSS berdasarkan tahap Facione ditinjau dari AQ. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif jenis naratif. Subjek pada penelitian ini terdiri dari 6 siswa dengan kategori 2 siswa tipe quitter 2 siswa tipe camper dan 2 siswa tipe climber. Pada penelitian ini digunakan angket Adversity Response Profile (ARP) untuk mengelompokkan subjek berdasarkan AQ. Soal tes matematika tipe TIMSS untuk menggali berpikir kritis siswa. Serta wawancara untuk mendalami proses berpikir kritis siswa. Untuk meyakinkan datanya valid digunakan triangulasi data dengan membandingkan hasil tes dengan hasil wawancara dan catatan tangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa tipe quitter hanya memenuhi dua tahap berpikir kritis yaitu interpretasi dan regulasi diri. Adapun siswa tipe camper hampir memenuhi semua tahap berpikir kritis yaitu interpretasi analisis evaluasi inferensi eksplanasi. Sementara itu siswa tipe climber mampu memenuhi semua tahap berpikir kritis yaitu interpretasi analisis evaluasi inferensi eksplanasi dan regulasi diri.