Skripsi
Pengaruh variasi latihan resistance band terhadap pencegahan cedera ankle pada atlet kempo Dojo Museum Brawijaya Malang / FARAH DIBA\'
Abstrak
Cedera ankle merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh atlet Kempo yang disebabkan oleh gerakan eksplosif perubahan arah mendadak dan stabilitas sendi yang kurang optimal. Berdasarkan data di Dojo Kempo Museum Brawijaya Malang pada tahun 2023 tercatat 10 kasus cedera ankle dengan durasi pemulihan rata-rata 2-3 minggu per kasus. Hal ini menunjukkan perlunya upaya pencegahan melalui program latihan yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi latihan resistance band terhadap pencegahan cedera ankle dengan fokus pada peningkatan kekuatan stabilitas dan propriosepsi atlet Kempo. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan 15 atlet kempo berusia 11-15 tahun sebagai sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Program latihan berlangsung selama empat minggu dengan frekuensi dua kali seminggu meliputi lima variasi latihan resistance band yaitu ankle dorsiflexion ankle plantar flexion resisted lateral walk single-leg balance with resistance band dan banded march with calf raise. Stabilitas ankle diukur menggunakan Y-Balance Test sebelum dan sesudah perlakuan dan dianalisis menggunakan uji Paired T-Test dengan bantuan perangkat lunak SPSS 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan resistance band secara signifikan meningkatkan stabilitas dan kekuatan ankle ditunjukkan dengan perbedaan bermakna pada hasil pre-test dan post test (p lt 0 001). Sebelum intervensi sebanyak 13 dari 15 subjek berada dalam kategori berisiko cedera pada kedua kaki kanan sementara 8 subjek tidak lagi berisiko pada kaki kiri. Data ini menunjukkan bahwa latihan resistance band tidak hanya memperbaiki stabilitas tetapi juga meningkatkan kekuatan dan keseimbangan dinamis pada pergelangan kaki atlet. Latihan resistance band terbukti efektif dalam mencegah cedera ankle pada atlet kempo dengan hasil yang signifikan dalam meningkatkan stabilitas kekuatan dan propriosepsi. Program ini dapat diintegrasikan ke dalam rutinitas latihan untuk meningkatkan performa dan meminimalkan risiko cedera pada atlet. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode preventif cedera olahraga khusunya pada olahraga beladiri seperti kempo serta menjadi referensi untuk penelitian lanjutan di cabang olahraga lain.