Disertasi
Pengembangan model project based scamper learning (PjBSL) dan pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa SMA / Dewi Nur Azizah
Abstrak
Kurikulum di Indonesia memberikan fleksibilitas untuk merancang pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual dengan lingkungan sekitar sekaligus berfokus pada pengembangan karakter siswa. Namun observasi awal di SMAN 1 Ngadiluwih menunjukkan rendahnya keterampilan kolaborasi dan kemampuan berpikir kreatif siswa khususnya dalam pembelajaran Geografi yang disebabkan oleh dominasi pembelajaran berbasis hafalan. Akibatnya siswa kesulitan menghubungkan fenomena alam dengan interaksi manusia secara kritis dan kreatif. Penelitian ini mengembangkan model Project Based Scamper Learning (PjBSL) yang dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran inklusif relevan dan terstruktur dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Model ini bertujuan meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa melalui pengembangan produk pupuk dan media kampanye pelestarian lingkungan seperti poster atau video. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama (1) mengetahui kelayakan hasil pengembangan model PjBSL dan (2) mengetahui efektivitas model PjBSL terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini terdiri dari (1) pengembangan yang menggunakan model ADDIE meliputi analysis design development implementation dan evaluation. (2) penelitian kuasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI.7 dan XI.8 di SMA Negeri 1 Ngadiluwih. Keterampilan berpikir kreatif diukur menggunakan instrumen berpikir kreatif yang telah tervalidasi berupa 12 soal tes esai yang meliputi kemampuan fluency originality elaboration flexibility. Analisis data menggunakan independent sample t-test dengan taraf signifikan 5% setelah dilakukan uji prasyarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) produk pengembangan model PjBSL telah memenuhi kriteria sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. (2) Model PjBSL berpengaruh signifikan terhadap ketrampilan berpikir kreatif siswa. PjBSL tidak hanya meningkatkan kreativitas siswa tetapi juga mengatasi kendala waktu evaluasi dan keterlibatan siswa yang sering terjadi pada PjBL tradisional. Dengan demikian PjBSL menjadi alternatif efektif untuk mendukung pencapaian tujuan Kurikulum yang menekankan kompetensi abad ke-21 yaitu kreativitas komunikasi kolaborasi dan berpikir kritis. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengintegrasikan teknologi dan aplikasi pendukung yang lebih komprehensif dalam penerapan model PjBSL. Dukungan teknologi yang lebih lengkap perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan pengembangan kemampuan berpikir kreatif siswa. Sehingga penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dunia nyata yang semakin berbasis teknologi. Penelitian lanjutan juga perlu mengevaluasi dampak PjBSL terhadap aspek lain seperti motivasi belajar keterampilan komunikasi dan kemampuan pemecahan masalah. Terakhir eksplorasi penerapan PjBSL pada berbagai mata pelajaran diperlukan untuk memastikan efektivitasnya dalam berbagai konteks pembelajaran.