Skripsi
Pengaruh latihan squat jump terhadap tinggi lompatan pemain ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 5 Malang tahun ajaran 2024/2025 / M. Izzarrohman Ramdhani
Abstrak
Permainan bola voli sebagai salah satu olahraga beregu memerlukan kerja sama tim yang solid dan penguasaan teknik dasar untuk mencapai prestasi optimal. Salah satu komponen penting dalam bola voli adalah kemampuan melompat yang mendukung manuver ofensif seperti smash dan defensif seperti block. Kemampuan ini sangat bergantung pada kekuatan otot tungkai bawah. Dalam konteks tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh latihan squat jump terhadap tinggi lompatan pemain ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 5 Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental design tipe one group pretest-posttest. Sebanyak 25 siswa dari kelas 11 dan 12 yang tergabung dalam tim ekstrakurikuler bola voli SMAN 5 Malang berpartisipasi sebagai sampel. Penelitian dilakukan selama enam minggu dengan frekuensi latihan tiga kali seminggu di mana latihan squat jump menjadi perlakuan utama. Tinggi lompatan diukur menggunakan vertical jump test sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pemberian perlakuan (latihan squat jump). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik normalitas homogenitas dan uji-t dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Latihan squat jump dilakukan dengan metode sistematis dan teknik yang terstandar untuk meningkatkan kekuatan dan daya ledak otot tungkai bawah. Latihan ini melibatkan gerakan eksplosif dari posisi setengah jongkok ke lompatan vertikal maksimal. Otot quadriceps hamstring dan gastrocnemius berperan penting dalam gerakan ini. Penelitian menunjukkan bahwa latihan squat jump tidak hanya meningkatkan tinggi lompatan tetapi juga memberikan manfaat tambahan seperti memperbaiki stabilitas tubuh daya tahan dan mencegah cedera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi lompatan peserta meningkat setelah menjalani program latihan squat jump. Sebelum pelaksanaan program rata-rata tinggi lompatan pemain berada di kisaran 60 cm sedangkan setelah program latihan tinggi lompatan meningkat dengan rata-rata peningkatan sebesar 3-5 cm dengan nilai signifikansi uji-t lt 0 001 menunjukkan adanya pengaruh dari latihan squat jump. Analisis data menunjukkan distribusi normal pada hasil pretest dan posttest serta variansi yang homogen. Temuan ini menegaskan efektivitas latihan squat jump dalam meningkatkan kemampuan lompatan vertikal yang menjadi komponen penting dalam permainan bola voli. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pelatih dan pemain bola voli. Pelatih dapat mengintegrasikan latihan squat jump ke dalam program latihan rutin untuk meningkatkan performa atlet khususnya dalam kemampuan melompat yang esensial dalam permainan bola voli. Temuan ini juga dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan program latihan lainnya yang berfokus pada penguatan otot tungkai bawah. Penelitian ini juga membuka peluang untuk studi lanjutan seperti mengkaji efek kombinasi latihan squat jump dengan latihan fisik lainnya seperti plyometric atau latihan beban terhadap performa atlet. Selain itu penelitian serupa dapat diterapkan pada cabang olahraga lain yang memerlukan kemampuan melompat seperti basket bulu tangkis dan atletik. Dengan demikian hasil penelitian ini tidak hanya bermanfaat dalam konteks bola voli tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ilmu keolahragaan secara umum.