Tesis
Pengaruh suhu dan kadar natrium klorida pada perlakuan serat sisal (agave sisalana) terhadap karakteristik serat dan papan komposit kerapatan sedang berperekat epoksi / Tamaryska Setyayunita
Abstrak
Saat ini pembuatan papan komposit menggunakan serat alam memiliki potensi untuk dikembangkan karena meningkatnya kesadaran lingkungan. Untuk menghasilkan serat alam dengan kinerja tinggi diperlukan perlakuan untuk meningkatkan sifat mekanik dan fisik serat alam tersebut. Salah satu perlakuan kimia yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan natrium klorida (NaCl). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik serat sisal setelah perlakuan dengan NaCl. Konsentrasi NaCl yang digunakan adalah 1% 3% dan 5% (berat) pada suhu ruang dan suhu mendidih dengan durasi perendaman selama 1 jam. Sementara itu uji kekuatan tarik regangan dan modulus Young dilakukan untuk mengevaluasi sifat mekanik. Diameter bundel serat perubahan berat akibat perlakuan dan sudut kontak diuji untuk menilai efek perlakuan NaCl. Bundel serat sisal yang diperlakukan dengan 5% NaCl selama 1 jam menunjukkan nilai tertinggi untuk kekuatan tarik modulus Young penurunan diameter bundel serat persentase perubahan berat dan penurunan sudut kontak dibandingkan bundel serat yang tanpa perlakuan. Perlakuan dengan 5% NaCl pada suhu mendidih berhasil meningkatkan kekuatan tarik dan modulus Young masing-masing sebesar 48 39% dan 76 8% dibandingkan dengan serat yang tanpa perlakuan. Perlakuan NaCl terbukti menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan sifat mekanik dan kemampuan basah serat sehingga berpotensi diaplikasikan pada komposit serat alam. Permukaan serat sisal yang diperlakukan dengan 5% NaCl pada suhu mendidih tampak lebih kasar dibandingkan serat yang tanpa perlakuan. Selain itu perlakuan ini juga mengurangi sudut kontak antara serat dan perekat sebesar 38 71% dibandingkan dengan serat yang tanpa perlakuan. Penelitian ini mengkaji sifat papan komposit yang terbuat dari serat sisal yang telah diperlakukan dengan NaCl. Desain acak lengkap (CRD) diterapkan dengan mempertimbangkan tiga faktor suhu perlakuan (suhu ruang dan mendidih) konsentrasi NaCl dalam larutan (1%wt 3%wt dan 5%wt) dan kerapatan papan komposit (0 40 g/cm sup3 0 60 g/cm sup3 dan 0 80 g/cm sup3 ). Serat sisal dan epoksi dicampur secara manual dengan total beban sebesar 20%wt. Pengujian fisik dan mekanik dilakukan sesuai dengan standar JIS A 5908. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaCl dan suhu perlakuan secara signifikan meningkatkan sifat papan komposit. Sifat terbaik diperoleh dengan NaCl 5%wt pada suhu mendidih dan kerapatan 0 80 g/cm sup3 dengan nilai MOE sebesar 4 59 GPa MOR sebesar 18 88 MPa IB sebesar 3 92 MPa TS sebesar 2 13% dan WA sebesar 8 95 plusmn %. Peningkatan sifat ini dikaitkan dengan adhesi antarmuka yang kuat yang terbentuk dari reaksi antara ikatan di permukaan serat dengan gugus epoksi dalam papan komposit.