Skripsi
Pengaruh pengelolaan perpustakaan dan gerakan literasi sekolah terhadap motivasi belajar peserta didik Sekolah Dasar Negeri se Kecamatan Blimbing Kota Malang / Fanitatun Habibah
Abstrak
Peserta didik di era pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan saat ini di tuntut untuk memiliki kemampuan membaca dan menulis yang baik agar memiliki wawasan yang cukup bersaing dan dapat mengikuti zaman. Minat baca peserta didik dilaksanakan di sekolah pada program Gerakan Literasi Sekolah dan dampaknya secara signifikan berkaitan dengan peningkatan motivasi belajar mereka. Ketika siswa memiliki minat membaca yang tinggi mereka lebih terdorong untuk mengeksplorasi berbagai bidang dan mendalami materi pelajaran dengan lebih baik. Motivasi belajar peserta didik dapat dipengaruhi oleh 2 faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal yang mana berasal dari luar diri peserta didik yakni fasilitas yang memadai. Menjamin tersedianya fasilitas pendidikan yang membantu peserta didik sangat penting untuk pembangunan pendidikan seperti perpustakaan. Perpustakaan sekolah sangat penting untuk dikelola dengan baik. Pengelolaan perpustakaan merupakan kegiatan merencanakan bahan perpustakaan dengan suatu kerangka kerja yang membuatnya lebih mudah dan cepat untuk melacak bahan perpustakaan yang dibutuhkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) tingkat pengelolaan perpustakaan (2) tingkat pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (3) tingkat motivasi belajar peserta didik (4) pengaruh pengelolaan perpustakaan dan Gerakan Literasi Sekolah terhadap motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner tertutup. Populasi yang dipilih adalah peserta didik kelas VI SD Negeri se Kecamatan Blimbing. Dari 1.919 peserta didik yang ada di 44 SD Negeri di cluster sesuai gugus dan dipilih acak sebanyak 291 peserta didik di 16 SD Negeri se Kecamatan Blimbing sebagai sampling. Analisis data menggunakan teknik deskriptif dan regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat ditarik benang merah bahwa (1) tingkat pengelolaan perpustakaan di SD Negeri se Kecamatan Blimbing berada di kategori tinggi. (2) tingkat pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri se Kecamatan Blimbing termasuk pada kategori sedang. (3) tingkat motivasi belajar peserta didik di SD Negeri se Kecamatan Blimbing termasuk pada kategori sedang. (4) terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara pengelolaan perpustakaan dan Gerakan Literasi Sekolah terhadap motivasi belajar peserta didik SD Negeri se Kecamatan Blimbing. Saran dari peneliti ini ditujukan kepada (1) peserta didik agar lebih aktif memanfaatkan fasilitas perpustakaan dan berpartisipasi dalam kegiatan literasi di sekolah. (2) Kepala Sekolah untuk meningkatkan anggaran serta dukungan struktural terhadap pengelolaan perpustakaan dan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). (3) guru untuk lebih mengintegrasikan literasi dalam proses pembelajaran di kelas dan mendorong peserta didik untuk aktif dalam kegiatan GLS. Guru dapat bekerja sama dengan pustakawan untuk merancang kegiatan literasi yang sesuai dengan usia dan minat peserta didik sehingga kegiatan ini menjadi lebih menyenangkan dan relevan. Guru juga diharapkan untuk memberikan dukungan motivasi secara konsisten agar peserta didik termotivasi untuk meningkatkan kemampuan membaca dan minat belajarnya. (4) Pimpinan Departemen Administrasi Pendidikan penelitian ini memungkinkan diberikan sebagai tambahan informasi mengenai manajemen layanan khusus (pengelolaan perpustakaan) dan GLS untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik (psikologi pendidikan). (5) peneliti berikutnya penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi tambahan yang bermanfaat untuk menyempurnakan penelitian serupa di masa mendatang. Penelitian lanjutan dapat mempertimbangkan faktor lain yang belum tercakup dalam studi ini yang mungkin juga berpengaruh pada motivasi belajar peserta didik seperti lingkungan belajar keterlibatan orang tua atau metode pengajaran inovatif.