Skripsi
Pengembangan Instrumen Tes Asesmen Diagnostik Materi Ekosistem pada Pembelajaran IPAS Kelas V Sekolah Dasar / Kinanti Ega Liani Putri
Abstrak
Pemahaman siswa terhadap konsep ekosistem dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) sangat penting untuk membentuk sikap tanggung jawab terhadap lingkungan. Namun banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep ini secara mendalam yang menunjukkan perlunya evaluasi pembelajaran yang lebih sistematis melalui asesmen diagnostik. Asesmen diagnostik baik kognitif maupun non-kognitif memiliki peran penting dalam mengidentifikasi pemahaman awal dan kesulitan belajar siswa. Melalui penelitian ini dirancang dan dikembangkan instrumen tes asesmen diagnostik untuk pembelajaran IPAS pada materi ekosistem kelas V. Instrumen ini diharapkan dapat membantu guru dalam menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa meningkatkan keterlibatan siswa dan mendukung pemahaman siswa terhadap materi. Langkah-langkah pengembangan meliputi uji validitas reliabilitas tingkat kesukaran daya pembeda dan kepraktisan instrumen dengan harapan hasilnya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pemahaman siswa secara signifikan. Berdasarkan hasil validasi reliabilitas dan kepraktisan instrumen asesmen diagnostik materi ekosistem pada pembelajaran IPAS kelas V SD dinyatakan memenuhi kriteria sebagai alat evaluasi yang efektif. Validasi oleh ahli materi menunjukkan hasil dengan kategori valid yaitu 79 1% untuk asesmen diagnostik kognitif dan 82% untuk asesmen diagnostik non-kognitif setelah dilakukan perbaikan sesuai saran validator. Validasi oleh ahli instrumen untuk asesmen kognitif menghasilkan skor 92 5% yang termasuk dalam kategori sangat valid. Uji skala kecil menunjukkan 26 dari 40 soal sahih dengan koefisien reliabilitas sangat tinggi sebesar 0 97. Daya pembeda soal rata-rata sebesar 0 65 (kategori baik) dan tingkat kesukaran rata-rata 0 65 (kategori sedang). Pada uji skala besar 26 soal menunjukkan reliabilitas sebesar 0 86 (kategori reliabel) dengan 18 soal yang sahih. Daya pembeda soal rata-rata 0 49 (kategori sangat baik) dan tingkat kesukaran rata-rata 53 84 (kategori sedang). Dari aspek kepraktisan hasil angket menunjukkan kategori sangat baik dengan skor kepraktisan guru sebesar 83% kepraktisan siswa pada uji skala kecil 92% dan pada uji skala besar 86 6%. Secara keseluruhan instrumen ini dinyatakan valid reliabel dan sangat praktis sehingga layak digunakan sebagai alat evaluasi dalam pembelajaran IPAS materi ekosistem untuk membantu meningkatkan pemahaman siswa secara efektif.