Skripsi
Faktor kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Puskesmas Kedungkandang (analisis data sekunder Puskesmas Kedungkandang tahun 2022) / Citra Novita Ramadhany
Abstrak
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) salah satu masalah di negara berkembang termasuk Indonesia. BBLR sebagai penyumbang angka kematian bayi tertinggi pada kelompok usia neonatal. BBLR menjadi indikator status gizi bayi. Bayi yang dikatakan BBLR memiliki berat lahir cross sectional dengan metode analitik deskriptif. Sampel yang digunakan sebesar 274 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis dalam penelitian ini meliputi analisis univariat (distribusi frekuensi) bivariat (uji chi square) dan multivariat (uji regresi logistik). Hasil analisis meunjukkan adanya hubungan antara variabel usia kehamilan (p value 0 000) dengan OR 23 173 usia ibu (p value 0 000) dengan OR 3 896 paritas (p value 0 002) dengan OR 3 379 LILA ibu (p value 0 003) OR 3 269 dan riwayat anemia (p value 0 012) OR 2 574. Model akhir -4 787 0 790 riwayat anemia 1 234 usia ibu. Promosi kesehatan berbasis masyarakat terkait status gizi selama masa kehamilan diperlukan untuk terus menurunkan angka kejadian BBLR. Edukasi gizi ibu hamil juga perlu melibatkan peran orang terdekat ibu hamil.