Skripsi
Kondisi belajar siswa di SMAN 3 Blitar akibat penerapan sistem zonasi / Bunga Septian Vindiyani
Abstrak
Penerapan sistem zonasi pada PPDB merupakan salah satu tahap yang ada di peraturan penerimaan calon peserta didik baru. Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki kondisi belajar tantangan serta upaya yang dirasakan oleh SMAN 3 Blitar pasca penerapan sistem zonasi. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif sehingga dapat menjabarkan dengan jelas mengenai tantangan zonasi terhadap kondisi belajar peserta didik di SMAN 3 Blitar. Subjek ditentukan menggunakan teknik purposive sampling terdiri dari kepala sekolah waka kurikulum tenaga pendidik serta peserta didik. Data dikumpulkan melalui beberapa rangkaian metode yaitu observasi wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan pada topik ini yaitu teori behavioristik dari Edward Lee Thorndike. Teori akan memberikan kejelasan alur dari data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan dari zonasi tidak selalu memberikan efek positif saja namun efek negatif juga kerap dirasakan pihak sekolah. Kondisi belajar seringkali menjadi topik permasalahan mengenai pelaksanaan zonasi. Terciptanya kondisi belajar yang heterogen berdampak pada kondisi belajar yang kurang efektif di kelas. Upaya sekolah dalam menangani permasalahan yang timbul dengan memunculkan beberapa program-program unggulan sekolah. Hasil penelitian berguna untuk pemahaman mengenai tantangan zonasi yang dirasakan oleh pihak SMAN 3 Blitar.