Skripsi
Resiliensi pada usia senja: konstruksi realitas sosial active-ageing pada kelompok lanjut usia di sekitar kawasan Ngoro Industrial Park (NIP) / Aufa Ema Pradini
Abstrak
Melalui pendekatan kualitatif penelitian ini menggunakan perspektif teori Konstruksi Realitas Sosial oleh Berger dan Luckmann dengan 3 fase pembentukan habitualisasi dalam diri masyarakat untuk mengidentifikasi resiliensi sosial pada kelompok lansia di Desa Ngoro dan kesesuaiannya dalam konsep active-ageing. Fenomena aktivitas lansia masih menjadi problematika sosial sehingga resiliensi pada kelompok lansia sudah semestinya mendapatkan perhatian dari masyarakat. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran resiliensi sosial kelompok lansia di Desa Ngoro yang berada di sekitar kawasan Ngoro Industrial Park (NIP). Gap penelitian terletak pada keberagaman resiliensi sosial kelompok lansia di Desa Ngoro yang secara spesifik tidak dapat dibatasi oleh 3 pilar konsep active-ageing dan cenderung saling terikat antar bidang satu dan lainnya. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan melakukan observasi partisipasi dan non-partisipasi wawancara mendalam dokumentasi dan studi literatur. Subyek utama penelitian ini berjumlah 8 orang lansia yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Resiliensi sosial pada kelompok lansia mantan petani di Desa Ngoro yang lebih beragam di berbagai bidang yakni bidang ekonomi sosial dan kesehatan menunjukkan bahwa adanya konsep otonomi diri. Hal tersebut didukung dengan respon positif yang ditunjukkan oleh faktor-faktor eksternal diri lansia (pemerintah keluarga masyarakat) terhadap lansia. Oleh karena itu konstruksi resiliensi sosial active-ageing pada kelompok lansia di Desa Ngoro dapat terjadi secara konsisten dan dikelompokkan ke dalam 3 pilar utama konsep active-ageing yakni Participation (aktivitas lansia dalam bidang ekonomi dan sosial) Health (kehadiran keluarga/suster posyandu dan senam lansia olahraga dengan inisiatif sendiri) dan Security (Program BPJS BPNT PKH dan permukiman yang aman).