Skripsi
Sustainable ecotourism: peran asset based community development (ABCD) dan modal sosial masyarakat dalam pengelolaan Bamboo Mewek Park sebagai destinasi wisata Kampung Tematik di Kota Malang / Nia Lestari
Abstrak
Sektor pariwisata berkembang secara signifikan dalam memperbaiki taraf hidup masyarakat. Pengembangan wisata yang terencana dan terstruktur mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ecotourism menjadi jenis wisata yang kini banyak dikembangkan. Pengelolaan yang berdedikasi menjaga keasrian dengan meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan menjadi alternatif pengembangan wisata yang dapat menunjang perekonomian lokal. Kampung tematik menjadi salah satu bentuk pengembangan ecotourism berbasis potensi lokal. Bamboo Mewek Park merupakan objek wisata alam yang mengusung konsep konservasi Sungai Mewek dan tanaman bambu. Namun Bamboo Mewek Park berbasis kampung tematik ini tidak berkembang secara optimal karena adanya kelompok masyarakat cenderung acuh dalam membantu pengelolaan sehingga membuat pengembangannya terhambat. Oleh sebab itu penelitian ini berupaya menganalisis pengembangan Bamboo Mewek Park berdasarkan konsep Asset Based Community Development (ABCD) serta untuk mengetahui peran modal sosial dalam membentuk dinamika hubungan antar masyarakat. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui metode observasi wawancara dokumentasi dan diperkuat dengan studi literatur. Data yang diperoleh dianalisis secara interaktif melalui tahap reduksi display dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bamboo Mewek Park memiliki komponen aset manusia fisik sosial ekonomi alam dan budaya yang cukup untuk dikembangkan sebagai ekowisata berkelanjutan. Sebaliknya aset sosial masih kurang sehingga modal sosial yang ada belum mampu mendukung perkembangan secara maksimal. Terlihat dari kurangnya kesadaran kolektif dan lemahnya kepercayaan sosial dari kelompok masyarakat tertentu. Keterlibatan masyarakat sebagai stakeholder terlihat melalui sikap gotong royong pada pengelolaan swadaya oleh masyarakat sebagai Pokdarwis pelaku UMKM Pokdakan (kelompok pembudidaya ikan) Ken Dedes dan Kali Mewek paguyuban bantengan Singo Kembar dan karang taruna. Meskipun Bamboo Mewek Park menunjukkan perubahan positif namun pengembangan kawasan ini masih menghadapi tantangan oleh sekelompok masyarakat yang terkesan menghambat. Kurangnya kepercayaan antar individu karena perbedaan nilai dan norma menyebabkan pengembangan modal sosial belum optimal sehingga partisipasi masyarakat masih kurang dalam pengelolaan Bamboo Mewek Park.