Skripsi
Pengembangan modul instalasi penerangan listrik sebagai pendukung praktikum XI SMK Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik / Farhan
Abstrak
Program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang mana adalah bidang keahlian kelistrikan di SMK. Pada program keahlian tersebut terdapat mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik. Siswa diharapkan dapat memahami dan mengidentifikasi mata pembelajaran sesuai dengan KD yang tercantum. Namun dari hasil pengamatan di lapangan didapatkan siswa masih kesulitan dalam mengakses materi pelajaran karena keterbatasan sumber belajar yang dimiliki. Salah satunya yaitu buku pegangan yang membantu siswa dalam belajar secara mandiri. Oleh sebab itu dibutuhkan pembuatan modul yang sesuai dengan silabus Instalasi Penerangan Listrik dan juga sebagai pendukung praktikum agar dapat digunakan dengan mudah oleh siswa untuk belajar secara mandiri. Produk dirancang dan dikembangkan dengan model pengembangan dari Sugiyono yang telah dimodifikasi sebanyak 11 langkah yaitu (1) Potensi dan Masalah (2) Pengumpulan Data (3) Desain Produk (4) Validasi Desain (5) Revisi Desain (6) Pembuatan Produk (7) Uji Coba Produk (8) Revisi Produk (9) Uji Coba Pemakaian (10) Revisi Produk (11) Produksi Masal. Hasil dari pengembangan produk berupa modul terdiri dari 2 BAB yaitu (1) Instalasi Penerangan Listrik 1 Fasa (2) Instalasi Pada Bangunan Sederhana. Produk telah dilakukan uji dengan 3 tahap tahap pertama dilakukan validasi oleh 3 ahli. Hasil skor rata ndash rata validitas yang diperoleh dari ahli 1 sebesar 96% dengan kriteria sangat valid. Sedangkan dari ahli 2 mendapatkan skor rata ndash rata validitas sebesar 96% dengan kriteria sangat valid. Sedangkan dari ahli 3 mendapatkan skor rata ndash rata sebesar 85% dengan kriteria valid. Uji coba tahap kedua dan ketiga dilakukan dengan subjek siswa kelas XI kompetensi keahlian Instalasi Tenaga Listrik. Tahap kedua uji coba dilakukan dengan kelompok kecil sebanyak 14 siswa yang mendapatkan skor sebesar 83% dengan kriteria layak. Tahap ketiga uji coba dengan kelompok besar sebanyak 46 siswa yang mendapatkan skor kelayakan sebesar 89% dengan kriteria sangat layak. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan maka modul instalasi penerangan listrik dapat digunakan untuk proses pembelajaran di sekolah.