UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Pengembangan model pre-service teacher training untuk menumbuhkan kompetensi digital berbasis smart education / Ghasa Faraasyatul \'Alam

`Alam, Ghasa Faraasyatul - Nama Orang;

Abstrak
Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) mampu meningkatkan kemampuan belajar dan mengajar para mahasiswa calon guru. PLP dianggap sebagai cara bagi calon guru untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam pembelajaran. Mahasiswa aktif yang mengikuti program PLP sebagai calon guru tentunya turut berpartisipasi dalam pembelajaran di sekolah menjadi bagian penting dari kurikulum. Pentingnya teknologi modern dalam dunia kontemporer seperti implementasi smart education telah meningkat. Calon guru harus beradaptasi dengan kondisi dan perkembangan digitalisasi era society 5.0 yang terus berubah. Pelatihan pra jabaran guru secara tradisional dikritik karena tidak efektif dalam meningkatkan kompetensi guru. Sebuah model inovatif yang berfokus pada keterampilan digital dan pembelajaran interaktif diusulkan untuk dapat mewujudkan profesionalisme kompetensi digital di era society 5.0. Model pengembangan yang digunakan adalah model APPED yang dapat menjadi acuan dari jenis research and development. Esensi dari penggunaan model APPED adalah adanya unsur penelitian dan pengembangan di dalamnya. Hasil analisis dan penelitian awal yang didapatkan antara lain adalah selama ini diperlukan perhatian lebih besar terhadap persiapan mahasiswa untuk menjadi calon guru profesional karena tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi standar dunia kerja. Semua pihak yang terlibat dalam program PLP di perguruan tinggi harus mencari metode atau model baru untuk meningkatkan kualitas proses pelaksanaan pelatihan calon guru sehingga lulusan dapat memenuhi kebutuhan pendidikan era society 5.0. Bagi calon guru yang ingin meningkatkan kompetensi digital dengan menerapkan elemen-elemen dalam smart education pengembangan model pre-service teacher training terbukti dapat membantu serta memiliki dampak yang positif dan signifikan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pengaruh Pre-Service Teacher Training (PSTT) terhadap Digital Competence (DC) melalui Learning Management System (LMS) antara lain adalah (a) PSTT berpengaruh positif signifikan terhadap LMS (b) PSTT berpengaruh positif signifikan terhadap DC (c) LMS berpengaruh signifikan berpengaruh positif terhadap DC dan (d) PSTT berpengaruh positif signifikan terhadap DC melalui LMS. Model akhir secara garis besar menunjukkan diagram jalur PSTT terhadap DC melalui LMS. Hasil perancangan outline dari new training model dengan sebutan PATRE (Preparation Analysis Training Report and Evaluation) dapat memberikan penjelasan secara mendetail. Hasil pembuatan flowchart digunakan sebagai garis besar untuk membantu mengembangkan model dan memudahkan penyusunan konten pelatihan. Hasil screen design menggambarkan sebuah template yang membantu proses produksi sehingga dapat dilakukan dengan cepat dengan tampilan layar yang konsisten. Hasil perancangan storyboard berupa tampilan visual setiap scene dari perangkat e-training yang dikembangkan dan dapat dilihat dengan jelas sekaligus disertai dengan keterangan skenario. Hasil produksi dari profesionalisme kompetensi digital berbasis smart education dan model pre-service teacher training harus memiliki perangkat pendukung seperti e-training dan instrumen penilaian. E-training dirancang dan diproduksi untuk bisa memenuhi kebutuhan mahasiswa atau calon guru program PLP seperti (a) using digital technology (b) data information and knowledge (c) communication and collaboration (d) digital content creation (e) integrating digital pedagogy dan (f) ethics of using digital technology. Hasil pengisian instrumen calon guru menunjukkan alat ukur yang digunakan untuk menilai profesionalisme kompetensi digital. Hasil ongoing evaluation berupa komponen produk yang dikembangkan sudah berjalan dan bekerja sesuai dengan harapan seperti yang ditunjukkan oleh pemeriksaan yang dilakukan selama evaluasi tersebut berlangsung. Hasil alpha testing oleh ahli materi I dan ahli materi II memperoleh penilaian persentase sebesar 88 75% dan 95% dengan rata-rata persentasenya adalah 91 87%. Hasil alpha testing oleh ahli instruksional I dan ahli instruksional II memperoleh penilaian persentase sebesar 95% dan 86 67% dengan rata-rata persentasenya adalah 90 83%. Hasil alpha testing oleh ahli media I dan ahli media II memperoleh penilaian persentase sebesar 96 25% dan 83 75% dengan rata-rata persentasenya adalah 90%. Hasil beta testing oleh para pengguna yang terlihat dari temuan pre-test menunjukkan bahwa kompetensi digital pada aspek ethics of using digital technology memiliki skor 3 7 yang berarti paling tinggi jika dibandingkan dengan aspek lainnya. Temuan post-test terlihat bahwa kompetensi digital pada aspek using digital technology memiliki skor 4 5 yang berarti paling tinggi jika dibandingkan dengan aspek lainnya. Secara garis besar hasil rata-rata persentase dari penilaian pengguna e-training adalah 95 8% berada diantara interval 81%-100% sehingga kriteria penilaian pengguna yang diperoleh adalah sangat layak dan sangat efektif. Hasil diseminasi yang dilakukan agar bisa mengetahui tingkat efektivitas penggunaan model pre-service teacher training kepada calon guru program PLP dianggap sudah sangat layak dan sangat efektif untuk diterapkan dengan hasil positif serta memuaskan. Model pre-service teacher training sangat penting bagi calon guru karena dapat berfungsi sebagai penguatan profesionalisme kompetesi digital dalam kegiatan belajar mengajar untuk dunia pendidikan. Pelatihan kompetensi digital secara signifikan dapat mempengaruhi kinerja calon guru meningkatkan efektivitas serta efisiensi pembelajaran dan pengajaran. Hal tersebut juga dapat mengintegrasikan profesionalisme kompetensi digital ke dalam program pengembangan kurikulum masa depan. Saran dalam penelitian ini meliputi pengembangan kurikulum pelatihan yang fleksibel berbasis teknologi untuk kebutuhan calon guru. Mengaplikasikan blended learning dan peer-learning dalam program pelatihan calon guru. Integrasi teknologi modern seperti Virtual Reality (VR) maupun Augmented Reality (AR) dalam model pelatihan calon guru. Hal tersebut berfokus pada evaluasi dampak jangka panjang dari pelatihan terhadap karier calon guru di masa depan.


Informasi Detail
DDC
Rd 371.12 ALA p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Manajemen Pendidikan, 2024.
Deskripsi Fisik
xiv, 295 Lembar. : ilus. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00001/RD/25
Edisi
Disertasi (Pascasarjana) - Universitas Negeri Malang. 2024
Subjek
1. GURU - KOMPETENSI
2. GURU - PELATIHAN
3. TEACHER - COMPETENCE

Pembimbing
1. Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.pd;2. Drs. H. Burhanuddin, M.ed., Ph.d;3. Dr. Muslihati, S.ag, M.pd
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik