Skripsi
Hubungan kelincahan dengan kecepatan pada atlet bulutangkis putra PB Djagung Kota Malang usia 13-15 tahun / Dewi Fatimah Putri Maulidah
Abstrak
Bulutangkis merupakan olahraga yang sangat populer dan digemari oleh masyarakat Indonesia. Hampir semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa baik laki-laki maupun perempuan hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya club bulutangkis mulai dari level daerah hingga level nasional(Bulutangkis amp Setia 2020). Olahraga bulutangkis adalah permainan yang memerlukan kecepatan dan kelincahan yang baik untuk memukul shuttlecock pada teknik langkah kaki dan pukulan yang benar dapat menghasilkan pukulan yang sempurna(Bulutangkis amp Setia 2020). Dalam dunia olahraga kelincahan sangat dibutuhkan pada cabang olahraga tertentu seperti bulutangkis sebagai penerapan dalam melakukan teknik taktik serta gerakan yang lincah dan gesit(Alsyahbana amp Soetjipto 2012). Kecepatan adalah salah satu komponen kebugaran jasmani yang diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan keseimbangan dalam bentuk yang sama dalam waktu yang sesingkat-singkatnya(Zhannisa et al. 2018). Kelincahan dan kecepatan terbukti berpengaruh dalam permainan bulutangkis terutama dalam kemampuan mengembalikan pukulan ke lawan yang menjadi indikasi kondisi fisik yang baik bagi atlet untuk meningkatkan performanya (Gandasari et al. 2023). Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 November 2024. Penelitian ini dilakukan secara cross-sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu hubungan kelincahan dengan kecepatan pada atlet bulutangkis putra di PB Djagung Kota Malang dengan menggunakan Illinois Agility Test dan lari sprint 20 meter pada usia 13-15 tahun. Teknik pertama yang dilakukan adalah melakukan uji deskriptif yang digunakan untuk mengetahui karakteristik pada tendensi sentral (mean median modus) untuk menggambarkan distribusi data dari waktu tes yang di hasilkan. Selanjutnya yakni melakukan uji normalitas digunakan untuk memeriksa apakah data hasil tes kelincahan dan kecepatan (waktu tempuh Illinoys Agility Test dan sprint 20 meter) berdistribusi normal. Pada penelitian ini uji normalitas yang digunakan yaitu Teknik Shapiro-Wilk dengan menggunakan software statistik SPPS 20 dengan ketentuan jika nilai p-value gt 0.05 maka data di anggap berdistribusi normal dan jika p-value le 0.05 maka data tidak berdistribusi normal. Selanjutkan melakukann uji korelasi pearson karena data yang diperoleh berdistribusi normal dengan ketentuan hasil jika Jika p-value lt alpha (biasanya 0 05) Maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kelincahan dan kecepatan dan jika p-value gt alpha Maka gagal menolak H0 yang berarti tidak ada bukti cukup untuk menyatakan adanya hubungan signifikan. Berdasarkan hasil uji deskriptif pengukuran dilakukan terhadap 15 subjek (N 15) dengan variabel kelincahan dan kecepatan. Pada variabel kelincahan nilai minimum yang diperoleh adalah 16 47 detik sedangkan nilai maksimum mencapai 20 33 detik. Rata-rata (mean) kelincahan subjek adalah 18 8547 detik dengan standar deviasi sebesar 1 09321 yang menunjukkan adanya variasi hasil yang moderat di antara subjek. Sementara itu pada variabel kecepatan waktu tercepat yang dicapai adalah 3 46 detik dan waktu terlama adalah 4 55 detik. Rata-rata kecepatan subjek adalah 4 0000 detik dengan standar deviasi sebesar 0 33304. Standar deviasi yang relatif kecil pada variabel ini mengindikasikan bahwa hasil pengukuran kecepatan memiliki distribusi yang lebih homogen dibandingkan kelincahan. Secara keseluruhan data deskriptif ini memberikan gambaran bahwa terdapat variasi performa antar subjek baik dalam aspek kelincahan maupun kecepatan dengan distribusi data yang cukup konsisten pada kedua variabel. Berdasarkan hasil uji normalitas nilai signifikansi untuk variabel kelincahan adalah 0 600 sedangkan untuk variabel kecepatan adalah 0 782. Uji normalitas menggunakan metode Shapiro-wilk dilakukan untuk menentukan apakah data terdistribusi normal atau tidak. Dalam interpretasi uji ini jika nilai signifikansi lebih besar dari 0 05 maka data di anggap berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji korelasi diketahui bahwa nilai korelasi pearson antara kelincahan dan kecepatan adalah 0 819. Nilai ini menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat antara kedua variabel tersebut. Artinya semakin baik kelincahan seseorang maka kecepatan mereka juga cenderung semakin baik dan sebaliknya. Nilai signifikansi sebesar 0 000 berada dibawah Tingkat signifikansi standar sehingga hubungan ini dinyatakan signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara kelincahan dan kecepatan pada atlet bulutangkis putra usia 13-15 tahun di PB Djagung Kota Malang. Hal ini memastikan validitas penggunaan uji statistik parametrik dalam analisis hubungan antar variabel. Penelitian ini memberikan kontribusi spesifik pada atlet bulutangkis usia muda yang menunjukkan kebutuhan integrasi latihan kelincahan dan kecepatan dalam program pelatihan mereka untuk meningkatkan performa secara optimal. Kelincahan dan kecepatan merupakan dua kemampuan fisik yang saling berkaitan dan penting dalam meningkatkan performa atlet bulutangkis. Program pelatihan yang dirancang untuk mengembangkan kedua kemampuan ini secara simultan sangat dianjurkan untuk membantu atlet mencapai potensi maksimal mereka.