Tesis
Pengembangan media pembelajaran “Aplikasi Holosains” materi sistem peredaran darah berbasis masalah berbantuan piramida hologram untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif, keterampilan kolaborasi dan hasil belajar kognitif siswa SMPN 16 Malang / Serent Resiana Hantari
Abstrak
Ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad ke-21 mengalami kemajuan pesat yang memberikan dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan manusia termasuk pendidikan. Indikator utama diantaranya adalah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang telah meresap ke dalam kehidupan sehari-hari menciptakan kebutuhan akan keterampilan yang relevan dengan zaman. Teknologi tidak hanya mengubah cara manusia berinteraksi tetapi juga membuka peluang baru dalam pembelajaran seperti akses informasi yang lebih luas dan metode pembelajaran interaktif. Keterampilan berpikir kreatif dan kolaborasi menjadi penting karena memungkinkan individu untuk memanfaatkan teknologi secara inovatif bekerja sama secara efektif dalam tim serta meningkatkan hasil belajar kognitif melalui pemecahan masalah dan eksplorasi ide yang lebih mendalam. Berbagai penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kreatif dan kolaborasi peserta didik masih tergolong rendah. Penyebab utama yakni kurang optimalnya penerapan proses pembelajaran yang dirancang untuk mendukung pengembangan kedua keterampilan tersebut. Sebagai solusi beberapa penelitian mengusulkan penerapan metode pembelajaran interaktif seperti penggunaan aplikasi holosains berbasis piramida hologram dalam pendekatan pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning PBL). Metode ini diyakini mampu meningkatkan keterampilan berpikir kreatif kolaborasi dan hasil belajar kognitif siswa khususnya pada tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengembangkan media pembelajaran aplikasi ldquo holosains rdquo materi sistem peredaran darah berbasis masalah berbantuan piramida hologram untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif keterampilan kolaborasi dan hasil belajar kognitif siswa yang memenuhi syarat kevalidan dan kepraktisan (2) Menguji efektivitas media pembelajaran aplikasi ldquo holosains rdquo materi sistem peredaran darah berbasis masalah berbantuan piramida hologram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Research and Development (R amp D). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah model Lee amp Owens. Lima tahapan pada model ini yaitu (1) analisis (2) perancangan (3) pengembangan (4) implementasi dan (5) evaluasi. Subjek penelitian pada siswa kelas 8B SMPN 16 Malang yang berjumlah 34 siswa. Data pretest dan posttest yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan perhitungan N-gain untuk mengevaluasi keterampilan berpikir kreatif kemampuan kolaborasi serta pencapaian hasil belajar kognitif siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media aplikasi holosains berbasis masalah berbantuan piramida hologram yang dikembangkan dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran IPA pada materi sistem peredaran darah. Validasi oleh ahli materi menunjukkan kategori sangat valid dengan rata-rata 100% validasi ahli media dengan rata-rata 93 8% dan validasi perangkat pembelajaran (modul ajar) dengan rata-rata 97 2%. Hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa media ini sangat praktis digunakan dalam pembelajaran dengan uji coba perorangan memperoleh rata-rata 82% uji coba kelompok kecil 88% uji coba lapangan 83% dan uji kepraktisan oleh praktisi lapangan 100%. Efektivitas media ini dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif keterampilan kolaborasi dan hasil belajar kognitif siswa tergolong sedang masing-masing dengan nilai N-Gain sebesar 0 61 0 62 dan 0 51. Media Aplikasi Holosains berbasis masalah berbantuan piramida hologram direkomendasikan untuk digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran IPA khususnya pada materi sistem peredaran darah. Implikasinya pendidik perlu memanfaatkan teknologi interaktif seperti piramida hologram untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan mendalam sehingga dapat memotivasi siswa dalam memahami konsep yang kompleks dan abstrak. Selain itu pengembangan media serupa pada materi lain juga dapat dilakukan guna mendukung penguasaan keterampilan abad ke-21. Untuk efektivitas yang lebih optimal pelatihan khusus bagi guru dalam mengintegrasikan media ini dengan model Problem-Based Learning disarankan agar dapat meningkatkan dampak pembelajaran terhadap siswa.