Tesis
Internalisasi nilai-nilai local wisdom melalui penerapan kebijakan \"Rabu Anjawani\" untuk penguatan karakter peserta didik (studi multi situs di SMPN 2 Kota Mojokerto dan SMPN 3 Kota Mojokerto) / Zaqia Rahma Dewi
Abstrak
Angka penyimpangan yang terjadi pada peserta didik di lingkungan pendidikan menunjukkan fenomena yang perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak terkait. Berbagai penyimpangan yang terjadi seperti tindakan bullying penyalahgunaan obat-obatan rendahnya sopan santun kepada yang lebih tua kurangnya kepedulian terhadap sesama maraknya radikalisme dan vandalisme serta penyimpangan yang lainnya. Penyimpangan yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya karena pergeseran nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara memudarnya kesadaran peserta didik terhadap nilai-nilai kebudayaan lokal perkembangan teknologi yang semakin pesat sehingga peserta didik semakin bebas dalam mengakses kebudayaan barat. Sehingga dengan adanya berbagai penyimpangan tersebut diperlukan pembenahan karakter peserta didik melalui pelaksanaan pendidikan karakter. Pemerintah Kota Mojokerto memiliki suatu kebijakan yang bernama Rabu Anjawani yang bertujuan untuk merevitalisasi karakter peserta didik dengan mengembangkan nilai-nilai local wisdom yang berkembang di masyarakat kota Mojokerto yang pada penerapannya diwajibkan untuk dapat diterapkan di seluruh SMPN di kota Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses internalisasi nilai-nilai local wisdom pada pelaksanaan kebijakan Rabu Anjawani. Fokus penelitian ini yaitu (1) bentuk-bentuk kebijakan Rabu Anjawani yang diterapkan di SMPN 2 Kota Mojokerto dan SMPN 3 Kota Mojokerto (2) nilai-nilai karakter berbasis local wisdom yang diinternalisasikan kepada peserta didik melalui penerapan kebijakan Rabu Anjawani (3) proses internalisasi nilai-nilai karakter berbasis local wisdom pada kegiatan pembelajaran maupun kegiatan non-pembelajaran dan (4) peran stakeholders terhadap implementasi kebijakan Rabu Anjawani. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan rancangan penelitian studi multi situs. Kedua situs penelitian yang memiliki karakteristik yang sama sehingga peneliti menggunakan rancangan studi multi situs. Sumber data penelitian ini kepala sekolah wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan guru bahasa Jawa tim pengembang program sekolah tim inovator Rabu Anjawani orang tua peserta didik dan sesepuh desa. Data diperoleh dengan menggunakan teknik (1) wawancara (2) focus group discussion (FGD) (3) observasi dan (4) studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis data situs tunggal yang menggunakan langkah pengumpulan data kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Alat analisis yang digunakan peneliti yaitu NVivo 14. Setelah dilakukan analisis situs tunggal maka langkah selanjutnya melakukan analisis lintas situs. Teknik keabsahan data menggunakan kriteria kredibilitas (credibility) konfirmabilitas (confirmability) reliabilitas (reliability) dan transferabilitas (transferability). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk-bentuk kebijakan Rabu Anjawani yang diterapkan di SMPN 2 Kota Mojokerto dan SMPN 3 Kota Mojokerto dilaksanakan berdasarkan ketentuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto dan pengembangan sesuai wewenang dari kepala sekolah berdasarkan kebutuhan dan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing sekolah. Pada pengembangan yang dilakukan oleh kedua sekolah penerapan kebijakan Rabu Anjawani dilakukan pada proses pembelajaran dan proses non pembelajaran. (2) Nilai-nilai local wisdom yang diinternalisasikan kepada peserta didik diantaranya yaitu unggah-ungguh mendem njero mikul nduwur tepa selira grapyak dan nguri-nguri. Seluruh nilai-nilai local wisdom tersebut terdapat upaya untuk mengaktualisasikan kepada peserta didik baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga. (3) Kebijakan Rabu Anjawani merupakan kebijakan yang pada penerapannya menggunakan pendekatan bottom-up. Hal tersebut dikarenakan kebijakan Rabu Anjawani berasal dari suatu sekolah yang kemudian diinisasi oleh Dinas Pendidikan untuk dapat diterapkan oleh seluruh SMPN di kota Mojokerto sehingga kebijakan ini bersifat dari bawah menuju keatas. Proses internalisasi nilai-nilai karakter berbasis local wisdom yang dilakukan yaitu perencanaan pelaksanaan dan evaluasi (4) Peran stakeholder terbagi menjadi 3 bagian pertama yaitu peran sebagai pembuat penyedia dan monitoring terkait kebijakan pendidikan peran ini dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto. Kedua peran sebagai memberikan teladan melalui sikap dan perilaku peran ini dilakukan oleh kepala sekolah guru tenaga kependidikan serta orang tua. Ketiga peran sebagai mengenalkan kebudayaan peran ini dilakukan oleh komite sekolah alumni sekolah budayawan WS Resto Museum Gubug Wayang Pendopo Aksara dan Cagar Budaya Kumitir. Saran yang dapat peneliti berikan yaitu (1) bagi Kepala SMPN 2 Kota Mojokerto yaitu dapat mengembangkan bentuk-bentuk kebijakan Rabu Anjawani serta menambah kerja sama dengan beberapa stakeholder yang lain agar proses internalisasi nilai-nilai karakter berbasis local wisdom dapat teraktualisasi dalam kehidupan peserta didik sehari-hari. Serta adanya evaluasi secara berkala untuk memantau pelaksanaan Rabu Anjawani (2) bagi Kepala SMPN 3 Kota Mojokerto yaitu dapat mensosialisasikan Rabu Anjawani secara lebih luas melalui berbagai platform agar meningkatkan partisipasi masyarakat secara luas (3) bagi masyarakat dan orang tua konsistensi dalam mendukung dan menerapkan nilai-nilai karakter berbasis local wisdom di lingkungan masyarakat dan rumah dalam kehidupan sehari-hari (4) bagi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto yaitu kebijakan Rabu Anjawani bukan hanya diterapkan untuk jenjang SMP melainkan dapat diterapkan mulai jenjang SD hingga SMA.