Tesis
Kontribusi program magang guru dalam pencapaian quality assurance of education di SMK-PK program keahlian tata busana (studi multi kasus SMKN 1 Jabon dan SMK Al-Ishlahiyah Malang) / Tantri Kusuma Dewi
Abstrak
Peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. SMK diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Namun kenyataan menunjukkan bahwa mutu lulusan SMK seringkali belum memenuhi harapan yang sebagian besar disebabkan oleh rendahnya kompetensi guru produktif dalam menerapkan pembelajaran berbasis industri. Guru SMK masih banyak yang bergantung pada pendekatan teoritis dengan minimnya pengalaman langsung di dunia kerja. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah meluncurkan program Magang Guru sebagai bagian dari inisiatif SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru produktif melalui pengalaman kerja di industri. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak program magang guru terhadap lima aspek utama pendidikan di SMK yaitu (1) pengembangan mutu guru (2) proses pembelajaran (3) pengembangan kurikulum (4) pengembangan saran dan prasarana serta (5) penguatan kerjasama antara sekolah dan industry. Penelitian dilakukan melalui pendekatan multi-kasus pada dua SMK-PK yaitu SMKN 1 Jabon dan SMK Al-Ishlahiyah Malang yang memiliki fokus pada program keahlian tata busana. Data dikumpulkan melalui observasi wawancara mendalam dan analisis dokumen. Penelitian ini menemukan bahwa program magang guru memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK). Guru yang mengikuti magang menunjukkan peningkatan kompetensi teknis dan pedagogis seperti kemampuan menggunakan teknologi terkini termasuk CLO 3D dan bordir komputer yang langsung diterapkan dalam pembelajaran. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan proyek nyata juga diterapkan meningkatkan motivasi belajar siswa serta relevansi pembelajaran dengan kebutuhan industri. Selain itu kurikulum di SMKN 1 Jabon dan SMK Al-Ishlahiyah disesuaikan dengan masukan dari industri sehingga lebih responsif terhadap perkembangan teknologi dan tren pasar kerja. Pengembangan sarana dan prasarana seperti pengadaan mesin bordir dan perangkat lunak desain turut mendukung proses pembelajaran yang lebih aplikatif. Program ini juga memperkuat kerja sama antara sekolah dan dunia industri yang mencakup pelatihan sertifikasi serta pengembangan kurikulum. Program magang guru menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasional di SMK. Guru yang lebih kompeten mampu menciptakan proses pembelajaran yang relevan berbasis praktik dan sesuai dengan standar industri. Hal ini memastikan siswa lebih siap menghadapi dunia kerja. Penelitian ini merekomendasikan perluasan pelaksanaan program magang ke lebih banyak SMK peningkatan dukungan pemerintah melalui kebijakan dan pendanaan serta penguatan kerja sama antara dunia pendidikan dan industri. Dengan langkah ini pendidikan vokasional di Indonesia dapat terus berkembang untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif dan relevan di era Revolusi Industri 4.0.