Tesis
Pengembangan ragam soal asesmen kompetensi minimum numerasi pembelajaran matematika Sekolah Dasar Kelas 5 / Ihwalludiyah Bayu Anggrawati
Abstrak
Numerasi merupakan salah satu pembelajaran penting tentang pengolahan simbol dan angka yang dititikberatkan pada pembelajaran berbasis masalah berkaitan dengan matematika. Penerapan pembelajaran numerasi dimulai dari sekolah tingkat dasar hingga tingkat tinggi. Hal tersebut sejalan dengan penelitian PISA dan TIMMS yang menyatakan bahwa numerasi sangat penting dikarenakan meningkatkan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah sesuai dengan tingkat kemampuannya (Pisa 2019). Salah satu kebijakan baru dari Kemendikbud yang saat ini berkembang adalah kebijakan Asesmen Kompetensi Minimum. Tentunya keluarnya kebijakan Asesmen Kompetensi Minimum memiliki tujuan tertentu. Keluarnya kebijakan ini digunakan untuk meningkatkan sistem berpikir manusia dalam memecahkan masalah sehari-hari sesuai dengan jenjang yang telah ditetapkan sehingga membentuk manusia yang berpikir kritis dalam memecahkan masalah . Akan tetapi pengetahuan numerasi dan matematis tentang simbol dan angka serta pengolahan dalam kehidupan siswa Indonesia sangatlah rendah. Terdapat beberapa permasalahan yang mendasar tentang pengembangan soal pada penerapan kebijakan AKM ini. Hal tersebut terlihat dalam bentuk soal yang dibuat hanya bekisar pada jawaban monoton atau ditekankan pada aspek kognitif saja. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan ragam soal guna mengembangkan kemampuan siswa sesuai dengan kebijakan diadakannya Asesmen Kompetensi Minimum. Asesmen Kompetensi Minimum numerasi mengharapkan soal yang memiliki dedikasi dimana soal tersebut dapat meningkatkan sistem berpikir siswa dalam menghadapi masalah. Metode penelitian ini menganut pada metode pengembangan ragam soal Borg and Gall dimana ada 10 tahapan yang dilalui peneliti untuk mencapai hasil yang maksimal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R amp D) metode Borg and Gall dengan produk pengembangan berupa ragam soal numerasi berbasis AKM untuk siswa sekolah dasar kelas 5. Model penelitian ini menggunakan bentuk model Borg and Gall dengan beberapa tahapan yang menyesuaikan diantaranya analisis masalah perancangan produk (desain) pengembangan produk validasi revisi implementasi 1 (uji coba produk) revisi 1 (uji coba produk) implementasi 2 (uji coba pemakaian) revisi 2 (uji coba pemakaian) dan yang terakhir adalah evaluasi. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan secara mendasar sesuai dengan tahap observasi yang dilakukan oleh Borg and Gall. Tujuan penelitian ini digunakan untuk menghasilkan produk ragam soal numerasi yang valid dan sesuai dengan pembelajaran selain itu juga digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan pembelajaran numerasi sekolah dasar dalam pengerjaan soal-soal sesuai dengan aspek. Ada beberapa langkah yang digunakan peneliti dalam mengembangkan ragam soal numerasi dalam bentuk analisis masalah perancangan produk dari awal sampai akhir validasi hingga uji coba. Uji coba lapangan dilakukan 3 kali dengan 3 SD diantaranya MI Imami Kepanjen SDN Talangagung 1 Kepanjen dan SDN Panggungrejo 1 Kepanjen. Hasil penelitian ini memperoleh skor dari beberapa aspek dengan angket yang telah diisi baik oleh ahli ataupun praktisi.