Skripsi
Penerapan metode regresi spatial durbin model (SDM) dan spatial autoregressive model (SAR) pada kasus tuberkulosis di provinsi Jawa Timur / Rizka Yulianggraita
Abstrak
Tuberkulosis di Indonesia pada Tahun 2023 menempati peringkat kedua dunia untuk jumlah kasus Tuberkulosis terbanyak setelah India. Dari tahun ke tahun kasus tuberkulosis menunjukkan tren peningkatan yang signifikan setiap tahunnya di sebagian besar wilayah Indonesia khususnya di Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu penelitian ini sangat penting dilakukan karena mengingat tingginya jumlah penyebaran kasus tuberkulosis dan kebutuhan untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam pencegahan dan pengendalian penyakit ini. Penelitian ini memiliki kebaruan dengan menggunakan metode regresi spasial yang berbeda dari penelitian terdahulu oleh puspita pada tahun 2021 yaitu menggunakan Pendekatan Geographically Weighted Regression (GWR) untuk mengidentifikasi pengaruh faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap persebaran tuberkulosis di Provinsi Jawa Timur. Data yang digunakan adalah data persebaran penyakit tuberkulosis dan faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap persebaran penyakit tuberkulosis di setiap wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur yang bersumber dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2023 dan publikasi Badan Pusat Statistik. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyebaran tuberkulosis adalah lokasi antar wilayah sehingga dalam melakukan analisis perlu melibatkan unsur lokasi didalamnnya. Metode regresi spasial yang digunakan yaitu Spatial Durbin Model (SDM) dan Spatial Autoregressive Model (SAR) dengan melibatkan 8 variabel independen diantaranya persentase jumlah sarana air minum yang diawasi sesuai standar persentase penduduk miskin persentase balita yang diimunisasi BCG persentase rumah tangga yang berPHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat kepadatan penduduk per-km2 jumlah puskesmas jumlah perawat dan persentase rumah tangga yang memiliki sumber air minum bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus penyebaran tuberkulosis di Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan adanya dependensi spasial berdasarkan hasil analisis Morans rsquo I dengan demikian analisis dapat dilanjutkan dengan analisis model Spatial Durbin Model (SDM) dan Spatial Autoregressive Model (SAR). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa model SAR memberikan hasil yang lebih baik daripada model SDM dengan kriteria nilai Akaike Information Criterion sebesar 602 51 dan koefisien determinasi yang disesuaikan sebesar 0 9034 . Variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah penyebaran kasus tuberkulosis di Provinsi Jawa Timur adalah persentase jumlah sarana air minum yang diawasi sesuai standar kepadatan penduduk per-km2 jumlah puskesmas dan jumlah perawat.