Tesis
Studi kelas industri kubota di SMK Islam 1 Blitar / Agustian Yohan Effendi
Abstrak
SMK merupakan mitra strategis bagi industri dimana SMK mencetak sumber daya manusia yang siap terjun ke industri. Industri yang dipadu dengan sekolah akan memiliki manfaat dan hasil yang berguna pada setiap lembaga yang bekerjasama. Hal tersebut dapat memberikan peningkatan kinerja pada siswa pada dunia industri pada saat siswa lulus pendidikan sehingga dengan kolaborasi tersebut akan menghadirkan suatu model program kelas industri yang mana akan dilaksanakan dan dapat memberikan keuntungan baik bagi sekolah maupun industri Oleh karena itu dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis studi kelas industri Kubota di SMK Islam 1 Blitar. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengecekan kreadibilitas data menggunakan triangulasi sumber untuk mengecek data yang telah diperoleh dari empat sumber yang memiliki peran penting dalam kelas industri Kubota yaitu kepala program keahlian TKR koordinator kelas industri Kubota wakil kepala sekolah bidang sarana dan instruktur guru produktif yang mengajar dikelas Kubota. Selanjutnya triangulasi teknik digunakan untuk mengecek data kepada sumber yang sama namun dengan teknik yang berbeda yaitu observasi dan wawancara serta diperkuat dengan dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan kelas industri Kubota diawali dengan MoU antara SMK Islam 1 Blitar dan PT Kubota melibatkan peningkatan fasilitas sekolah kualifikasi staf pengajar serta sinkronisasi kurikulum dengan kontribusi industri dalam menyediakan fasilitas lingkungan belajar praktis dan pelatihan khusus bagi siswa. Pelaksanaan kelas industri Kubota meliputi pembelajaran teori dan praktik diselenggarakan dengan sistem blok selama 2 bulan terdiri dari 1 bulan pembelajaran praktik diikuti oleh 1 bulan pembelajaran teori yang memungkinkan siswa untuk terlibat tanpa mengorbankan materi pelajaran lainnya dengan melibatkan servis keliling dan kelas Kubota untuk meningkatkan keterampilan siswa sebagai teknisi mesin diesel Kubota yang kompeten. Faktor pendukung berupa fasilitas yang disediakan dan program pelatihan soft skills memastikan siswa mendapatkan keterampilan yang diperlukan sementara faktor penghambat berupa kurangnya minat siswa dan masalah keuangan sehingga memerlukan kerjasama antara sekolah industri dan keluarga siswa. Dampak implementasi kelas industri kubota yaitu memberikan keterampilan teknis dan soft skills yang dibutuhkan di pasar kerja bagi siswa meningkatkan standar pendidikan SMK membuka peluang karier dan magang bagi lulusan serta meningkatkan pasokan tenaga kerja terampil dan reputasi industri. Selanjutnya evaluasi pelaksanaan kelas industri Kubota meliputi evaluasi sumatif dengan tes praktik dan teori serta uji sertifikasi untuk mengukur pemahaman siswa dan memberikan sertifikasi kepada mereka yang berhasil menyelesaikan program.