Skripsi
Pengaruh metode syllabic terhadap kemampuan membaca permulaan anak tunagrahita Kelas 3 di SDLB Widya Shantika Malang / Farhatul Muhayya Sihombing
Abstrak
Membaca permulaan merupakan keterampilan dasar/1dalam pengenalan kata yang dijadikan sebagai dasar dalam tahap membaca lanjutan. Kemampuan membaca permulaan siswa tunagrahita dikaitkan dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan karakteristik siswa tunagrahita. Metode syllabic merupakan salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) proses pembelajaran metode syllabic pada kemampuan membaca permulaan pada anak tunagrahita kelas 3 di SDLB Widya Shantika Malang (2) pengaruh penggunaan metode syllabic terhadap kemampuan membaca permulaan pada anak tunagrahita kelas 3 di SDLB Widya Shantika Malang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bentuk Single Subject Research (SSR) desain A-B-A. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar soal membaca permulaan dan lembar penilaian. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis visual grafik dalam kondisi dan analisis visual antar kondisi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh metode syllabic terhadap kemampuan membaca permulaan pada anak tunagrahita kelas 3. Hal ini ditunjukkan dengan skor pada fase baseline 1 berkisar antara 39 9%-40 5% fase intervensi berkisar antara 72 8%-83 3% dan fase baseline 2 berkisar antara 60 5%-66 2%. Selain itu juga ditunjukkan dengan perhitungan overlap fase baseline 1 (AI) ke fase intervensi (B) yaitu 0%. Kesimpulan secara keseluruhan yaitu metode syllabic memiliki pengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan pada anak tunagrahita kelas 3 di SDLB Widya Shantika Malang. Saran penelitian adalah guru sebaiknya dapat mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki siswa tunagrahita mahasiswa jurusan PLB sebaiknya dapat mempelajari lebih lanjut tentang metode syllabic sehingga dapat diterapkan pada proses pembelajaran apabila dijumpai masalah yang serupa dan peneliti selanjutnya sebaiknya dapat mengembangkan penelitian serupa baik dalam ruang lingkup yang tidak terbatas pada siswa tunagrahita saja.