Skripsi
Ekspresi kadar leptin perempuan obesitas pada latihan fisik kronis / Nandina Salsa Billa
Abstrak
Kadar leptin yang tinggi pada orang obesitas merupakan faktor resiko terjadinya beberapa penyakit yang berkontribusi pada peningkatan kematian dini. Kadar leptin yang beredar berkorelasi positif dengan jumlah lemak tubuh. Oleh karena itu diperlukan latihan untuk mengurangi massa lemak melalui penurunan jaringan adiposa. Latihan dapat mengurangi leptin serum dengan meningkatkan pengeluaran energi dan menurunkan adipositas. Tujuan studi ini adalah untuk membuktikan efek latihan kombinasi intensitas sedang terhadap penurunan kadar leptin pada perempuan obesitas. Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan desain grup kontrol pretest-posttest. Total 14 perempuan obesitas dengan IMT ge 25 kg/m2 tekanan darah sistolik dan diastolik normal denyut jantung istirahat normal hemoglobin normal saturasi oksigen normal dan gula darah normal sebagai subjek dalam penelitian kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol (K1 n 7) kelompok intervensi latihan kombinasi (K2 n 7). Kelompok intervensi melakukan latihan kombinasi yang mencakup latihan daya tahan menggunakan treadmill selama 40 menit dengan intensitas 60-70% dari HRmax dan latihan resistensi menggunakan berbagai alat gym dengan intensitas 60-70% dari 1-RM dilakukan 5 kali seminggu selama 4 minggu. Kadar leptin diukur pada saat pretest dan posttest menggunakan metode ELISA. Uji Paired Sample T-Test rata-rata kadar leptin antara pretest dengan posttest pada K1 tidak terdapat perbedaan pada (678.83 plusmn 39.22 vs 690.56 plusmn 57.16 ng/mL p 0.444) dan pada K2 terdapat perbedaan signifikan (688.92 plusmn 101.26 vs 572.37 plusmn 108.81 ng/mL p 0.000). Dapat disimpulkan bahwa latihan kombinasi dengan intensitas sedang (60-70% HR max dan 60-70% 1-RM) dan frekuensi 5x/minggu selama 4 minggu terbukti menurunkan kadar leptin pada perempuan obesitas.