Skripsi
Identifikasi bentuk-bentuk guntingan dan jatuhan pencak silat kategori ganda / Aryan Baya Aprilyanto
Abstrak
Pencak silat terdapat kategori ganda dimana kategori ini diperankan 2 (dua) orang pesilat dengan memperagakan teknik-tenik seperti guntingan dan jatuhan. Salah satu penilaian penting pada kategori ganda ditinjau dari kekayaan teknik seperti guntingan dan jatuhan maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas suatu teknik guntingan dan jatuhan untuk dijadikan saran rekomendasi teknik-teknik yang dirasa efektifdan penting untuk digunakan dalam pembuatan koreografi pencak silat. Metode penelitian ini menggunakan motode deskriptif kuantitatif sebagai pengolahan data dengan tahapan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini terdapat 47 vidio pertandingan atlet ganda pencak silat pada kejuaraan tingkat daerah hingga internasional yang dilaksanakan di Jakarta Tangerang Malang Aceh. Hasil temuanya telah diketahui ada 4 teknik guntingan dan 10 teknik jatuhan diantara teknik-teknik tersebut ada 1 teknik guntingan dan jatuhan yang sangat sering digunakan yaitu teknik guntingan leher (GL) yaitu 38 gerakan dengan persentase 51% guntingan bahu (GB) yaitu 26 gerakan dengan persentase 35% dari jumlah keseluruhan. Dan teknik jatuhan dengan jatuhan tarikan tangan (JTT) yaitu 72 gerakan dengan persentase 38% jatuhan akibat tendangan (JT) yaitu 28 gerakan dengan persentase 25% dari jumlah keseluruhan teknik jatuhan. Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan teknik guntingan dan jatuhan yang paling sering digunakan dan efektif jatuh pada guntingan leher (GL) dan jatuhan dengan tarikan tangan (JTT) dan dapat dijadikan acuan atau referensi untuk dalam penyusunan pembuatan koreografi ganda pencak silat.