Skripsi
Implementasi kesenian gendang beleq sebagai sumber inspirasi motif digital printing pada penciptaan busana ready to wear sekaha sandikale / Fadia Karima
Abstrak
RINGKASAN Karima Fadia. 2024. Implementasi Kesenian Gendang Beleq sebagai Sumber Inspirasi Motif Digital Printing pada Penciptaan Busana Ready to Wear Sekaha Sandikale. Skripsi Departemen Pendidikan Tata Boga dan Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Hapsari Kusumawardani M.Pd Kata Kunci ready to wear digital printing gendang beleq Pesatnya pertumbuhan industri fashion di Indonesia terutama dengan penggunaan teknik digital printing membuka peluang besar bagi para desainer untuk mengintegrasikan elemen-elemen budaya ke dalam karya mereka. Teknik ini tidak hanya memungkinkan reproduksi motif dengan presisi tinggi tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam menciptakan desain yang kompleks dan detail. Dalam konteks ini menggabungkan nilai-nilai positif Gendang Beleq ke dalam motif fashion ialah cara efektif untuk menjaga dan mempromosikan warisan budaya Lombok. Desain motif yang terinspirasi dari Gendang Beleq bisa mencakup berbagai elemen visual yang menggambarkan keindahan ketekunan kesabaran kebijakan ketelitian dan kepahlawanan yang ialah nilai-nilai yang dianggap penting oleh masyarakat Sasak. Selain itu karya ini bertujuan untuk menjadi media komunikasi yang kuat menyampaikan pesan-pesan budaya kepada khalayak luas melalui media yang familiar dan digemari yakni fashion. Dengan memakai teknik digital printing desainer bisa menghasilkan motif-motif yang tidak hanya estetis tetapi juga sarat makna membawa pesan tentang pentingnya menghargai dan melestarikan budaya lokal (Ariesta et al. 2022). Produk ready to wear merupakan produk yang banyak digemari atau dikonsumsi oleh masyarakat. Produk ready to wear (busana siap pakai) dapat pula dikelompokkan berdasarkan visual dan volumenya yaitu dimana adanya busana mewah atau deluxe busana ini dirancangan oleh designer yang merupakan ldquo designer label rdquo dengan jumlah kuantitas produksi yang dibuat secara terbatas. Menurut (Hidayatunnisa 2023) rdquo Ready to wear dapat dikatakan sebagai busana siap pakai yaitu dimana pada proses pembuatan produk fashion dibuat berdasarkan ukuran umum atau standar sehingga menghasilkan produk fashion siap pakai yang dapat dipasarkan rdquo . Penggunaan kesenian Gendang Beleq sebagai inspirasi dalam desain busana ready to wear masih sangat jarang di industri fashion Indonesia. Ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan eksplorasi terhadap potensi seni tradisional sebagai inspirasi desain busana. Melalui karya busana ini diharapkan bisa memberikan kontribusi secara nyata dalam menambah pemahaman dan eksplorasi busana di Indonesia dengan tetap mengedepankan kesenian lokal Lombok yakni kesenian Gendang Beleq. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman serta memberikan apresiasi terhadap kesenian daerah khususnya kesenian Gendang Beleq melalui karya ini juga bisa menjadi sarana promosi ke ranah internasional. Penelitian ini diharapkan bisa membuka mata para desainer dan pelaku industri fashion terhadap potensi besar seni tradisional sebagai sumber inspirasi. Selain itu hasil penelitian ini juga diharapkan bisa meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni tradisional dan mendorong pelestarian budaya melalui produk fashion. Dengan demikian motif Gendang Beleq tidak hanya menjadi hiasan visual tetapi juga sarana untuk menyampaikan cerita dan nilai-nilai budaya yang kaya dari Lombok kepada dunia. Penciptaan Sekaha Sandikale ini tentu saja memiliki tujuan yaitu dapat membuat konsep menjelaskan proses pembuatan dan menampilkan hasil jadi busana ready to wear yang mengambil inspirasi kesenian Gendang Beleq dengan teknik digital printing. Metode dalam penciptaan ini menggunakan metode penciptaan Practice-led Research oleh Husen Hendriyana. Metode penciptaan ini terdapat empat tahapan oleh Gustyan Rachmadi (dalam Hendriyana 2021 55) yaitu pra-perancangan perancangan perwujudan dan penyajian. Hasil dari penciptaan busana karya 1 terdapat 3 pieces yang terdiri dari blus setali inner rajut dan rok serut. Karya 1 ini menggunakan kain satin WHH untuk blus setali yang terdapat motif digital printing pada bagian belakang dan pada lengan ruffle nya dan kain satin duches untuk rok dengan mengaplikasikan motif digital printing pada bagian samping rok. Karya 2 terdiri dari 3 pieces yang terdiri dari hoodie crop menggunakan kain satin duches dengan motif digital printing pada bagian belakang inner kemeja menggunakan kain celana dengan opening zipper jaket dan rok balon dengan motif digital printing pada bagain samping rok.