Skripsi
Makna tradisi ritual ma’giling Suku Mandar (studi kasus komunitas adat adolang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten. Mejene, Sulawesi Barat) / Dian Ferry Dharmanto
Abstrak
Ritual adat ma rsquo giling merupakan agenda tahunan yang diadakan setiap 10 Muharram oleh Komunitas Adat Adolang di Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Sulawesi Barat. Ritual ma rsquo giling berasal dari kata menggiling atau menengok ke kiri dan ke kanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriprif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan wawancara dan dokumentasi dengan jumlah informan sebanyak 6 (enam) orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam ritual ma rsquo giling terkandung makna simbolik dari sesajen mantra dan syair-syair yang digunakan. Dalam sesajen setiap makanan memiliki makna tersendiri terhadap kehidupan seperti songkol yang digunakan terdiri dari tiga macam warna yang bermakna bahwa manusia itu beragam telur bermakna bahwa asal manusia itu satu dan cucur bermakna sebagai bentuk roda kehidupan. Mantra memiliki makna sebagai bentuk simbol permohonan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Syair-syair dari lagu ma rsquo giling memiliki makna sebagai bentuk pujian atau sindiran terhadap para pemangku adat dan juga berisi tentang pemanjatan kepada Allah SWT. Ritual ma rsquo giling bisa tetap eksis karena masyarakat adat menjaga dan melestarikan ritual ini yang bertujuan untuk menjaga silahturahmi antar sesama dan sebagai tempat berkumpul para saudara atau kerabat yang jauh.