Tesis
Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis virtual reality (VR) guna meningkatkan pemahaman konsep materi IPA Kelas V Sekolah Dasar / Indah Desiana Putri
Abstrak
Pembelajaran IPA pada sekolah dasar merupakan salah satu muatan pembelajaran yang bermanfaat bagi kehidupan anak. Hal ini dikarenakan IPA berhubungan langsung dengan alam semesta dan manusia. Guru sebagai pendidik harus paham bahwa melalui pembelajaran IPA anak dapat diberikan kesempatan untuk melatih kemampuan berpikir kritis. sebelum memasuki tahap ini anak dapat dikenalkan melalui tahapan eksplorasi pemahaman konsep dan implementasi konsep. Penelitaian ini dilakukan karena dilatarbelakangi oleh pemahaman konsep siswa terhadap muatan pembelajaran IPA masih rendah media pembelajaran yang digunakan pada proses pembelajaran IPA kurang beragam dan belum mampu memvisualisasikan konten materi yang bersifat abstrak. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media interaktif berbasis Virtual Reality (VR) yang valid layak praktis dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep materi IPA kelas V sekolah dasar. Penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan model Lee and Owens. Model ini memiliki tahapan penilaian/analisis desain pengembangan implementasi dan evaluasi. Populasi penelitian yang dilakukan dalam penelitian yaitu siswa kelas V SD Plus Sunan Pandanaran. Produk yang dihasilkan adalah berupa media interaktif berbasis VR pada muatan IPA materi siklus air kelas V sekolah dasar. Media interaktif VR pada penelitian ini dapat diakses menggunakan smarthphone android. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan media interaktif berbasis VR yang dikembangkan valid dan layak dalam pembelajaran IPA pada materi Siklus Air berdasarkan validasi ahli media dan ahli materi. Media interatif ini dapat digunakan sebagai solusi untuk media pembelajaran pada muatan IPA materi Siklus Air di SD Plus Sunan Pandanaran yang didapat berdasarakan hasil dari penilaian guru. Pemahaman konsep siswa terhadap pembelajatan IPA materi siklus air telah mencapai kriteria ketuntasan minimal pada kelas eksperimen. Peningkatan kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol dan terdapat perbedaan peningatan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.