Skripsi
Prevalensi cedera pada grassroot football festival ku-12 / Amri Luthfan Effendy
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan jenis cedera yang dialami oleh atlet muda usia 12 tahun dalam turnamen sepak bola Grassroot Football Festival KU-12 serta faktor-faktor penyebabnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah pemain dari 24 tim yang mengikuti turnamen dengan teknik purposive sampling yang menghasilkan 24 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup informasi jenis cedera lokasi cedera faktor penyebab dan penanganan pertama. Penelitian ini mengamati cedera pada atlet sepak bola usia 12 tahun selama turnamen Grassroot Football Festival yang melibatkan 24 tim dan menghasilkan 88 pertandingan. Hasil menunjukkan rasio 3 cedera setiap 11 pertandingan dengan total 24 cedera pada 24 atlet. Cedera dominan berupa memar (38%) dan sprain (29%) terutama pada tungkai bawah (21%). Cedera paling sering disebabkan oleh kontak fisik (83%) dan lebih banyak terjadi di babak kedua (63%). Sebanyak 66% atlet dapat melanjutkan pertandingan dengan perawatan sementara 17% tidak dapat melanjutkan. Pertolongan pertama mayoritas diberikan oleh pelatih (92%) dengan penggunaan spray pereda nyeri (70%) sebagai metode utama. Hasil ini menekankan perlunya penanganan cedera yang lebih efektif pada atlet usia muda.. Kesimpulannya jenis cedera yang dominan pada atlet muda adalah memar yang disebabkan oleh kontak fisik khususnya pada tungkai bawah dan terjadi terutama pada babak kedua. Temuan ini menyoroti pentingnya peran pelatih dalam penanganan cedera dan perlunya program pencegahan cedera seperti FIFA 11 Kids untuk mengurangi risiko cedera di kalangan atlet muda.