Tesis
Analisis respon siswa dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan taksonomi SOLO ditinjau dari gender / Wulan Fatikhah Luswisandari
Abstrak
Pentingnya keterampilan penyelesaian masalah dapat memberikan kemudahan dan kelancaran siswa dalam mengkonstruksi konsep dan membuat asumsi matematis serta pemahaman masalah yang lebih baik. Kemampuan ini seringkali dikaitkan dengan perbedaan gender di mana stereotip gender masih mempengaruhi persepsi dan keoptimisan siswa dalam menghadapi permasalahan matematika. Memahami fenomena ini sangat penting untuk dianalisis gunamelihat kemampuan siswa dalam penyelesaian masalah matematika secara optimal. Melalui kualitas jawaban siswa guru dapat mengetahui kemampuan setiap siswa sehingga dapat mengembangkan proses berpikir matematis siswauntuk mencapai target pembelajaran.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kemampuan siswa kelas V SD dalam menyelesaikan soal cerita pecahan. Mengidentifikasi responsiswa berdasarkan taksonomi SOLO ini dilakukan melalui tes wawancara dan dokumentasi. Pemilihan subjek penelitian dilakukan secara purposive sampling untuk memastikan representasi yang memadai berdasarkan kriteria laki-laki danperempuan dan level taksonomi SOLO.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya tes tulis wawancara dan dokumentasi dengan instrumen penelitian yaitu lembar tes tulis pedoman wawancara dan alat dokumentasi (kamera dan perekam suara). Teknikanalisis data dilakukan melalui reduksi data penyajian data dan menarik kesimpulan. Selanjutnya teknik keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi.Hasil studi menunjukkan level terendah siswa laki-laki dan perempuan berdasarkan taksonomi SOLO berbeda. Siswa laki-laki level terendah berada pada level prastruktural dan level tertinggi berada pada level relasional. Sedangkansiswa perempuan level terendah pada level prastruktural dan level tertinggi pada level asbtrak yang diperluas. Dengan demikian level siswa laki-laki berada di bawah level siswa perempuan. Implikasi dari hasil penelitian ini guru harusmerancang pembelajaran agar seluruh siswa baik laki-laki dan perempuan memiliki kemampuan penyelesaian masalah yang optimal.